Liputan6.com, Jakarta - Kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia, Liga 1 akan bergulir mulai Sabtu, 15 April 2017. Pertandingan Persib Bandung melawan Arema FC pembuka Liga 1 2017 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Jawa Barat.
Pencinta sepak bola nasional sudah lama menantikan bergulirnya kompetisi resmi. Tahun lalu, turnamen jangka panjang bernama ISC yang dinikmati pencinta sepak bola nasional.
Kini, dengan nama Liga 1, PSSI menggulirkan kompetisi dengan wajah baru, tapi rasa lama. Ini menjadi pertama kalinya setelah kompetisi resmi vakum selama dua tahun usai konflik dengan Kemenpora, yang mengakibatkan sanksi FIFA.
Sejumlah regulasi anyar juga diberlakukan PSSI untuk Liga 1. Operator baru pun ditunjuk yakni PT Liga Indonesia Baru (LIB). Marquee player bisa menjadi salah satu magnet Liga 1.
Namun, Liga 1 tak lepas dari kontroversi akibat regulasi pemain U-23, salary cap, hingga pergantian hingga 5 pemain. Berikut 6 poin penting yang perlu diketahui dari Liga 1 2017, seperti dilansir Antara:
Advertisement
Nama Resmi
Nama Resmi
Liga 1 diberi nama "Go-Jek Traveloka Liga 1" sesuai dengan nama dua sponsor pendukung utama.
Salah satu sponsor Go-Jek mendukung pelaksanaan Liga 1 dengan alasan perusahaan aplikasi daring transportasi itu memiliki semangat untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan.
"Kami melihat adanya semangat ekonomi kerakyatan di mana di setiap pertandingan sepak bola ada roda ekonomi yang bergerak dengan melibatkan pengusaha kecil. Semangat ini sesuai dengan misi Go-Jek memberdayakan para pengusaha mikro dan kecil," kata CEO Go-Jek Nadiem Makarim.
Ada 18 tim yang mengikuti kompetisi ini yaitu Arema FC, Bali United, Barito Putera, Bhayangkara FC, Madura United, Mitra Kukar, Persiba Balikpapan, Persib Bandung, Persela Lamongan, Persegres Gresik United, Perseru Serui, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, Pusamania, Borneo FC, PS TNI, PSM Makassar, Semen Padang, dan Sriwijaya FC. Liga 1 dapat disaksikan secara langsung di stasiun televisi swasta TV One.
Operator
Operator
Operator pelaksana Liga 1 adalah PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang menggantikan PT Liga, operator ketika ISL bergulir.
Susunan kepengurusan PT LIB adalah Komisaris Utama Glenn Sugita sedangkan dua komisaris adalah Dumoly F. Pardede, Rambun Tjayo.
Direktur Utama PT LIB adalah Berlinton Siahaan yang akan didampingi para direktur yakni Teddy Tjajono, Irzan H. Pulungan, Risha A. Wijaya Ratu Tisha Destria. Ratu menjadi direktur yang membidangi kompetisi.