Kesuksesan Karir Terancam Jika Anda Memiliki Fobia Ini

Rasa takut berlebih terhadap suatu hal atau fobia pasalnya bisa menjadi halangan yang menghambat upaya kita meraih kesuksesan.

oleh Adanti Pradita diperbarui 02 Apr 2017, 13:00 WIB
Rasa takut berlebih terhadap suatu hal atau fobia pasalnya bisa menjadi halangan yang menghambat upaya kita meraih kesuksesan.

Liputan6.com, Jakarta Manusia pada umumnya memiliki fobia masing-masing yang tidak bisa dihindari atau diatasi dengan mudah. Namun, bagaimana jika fobia yang dimilikinya menganggu kesuksesannya dalam berkarir? Patutkah dimaklumi seperti fobia lainnya?

Fobia yang berpotensi kuat merusak karir ini adalah fear of public speaking atau ketakutan berbicara di depan umum. Sayangnya, hampir semua orang yang kita pernah temui semasa hidup kita memiliki satu kekurangan ini yaitu, suka menghindar jika harus berbicara di depan publik lantaran cemas tidak percaya diri.

Hal ini dibuktikan oleh hasil dari sebuah survei yang dilakukan sekelompok peneliti di Chapman University tahun 2014 lalu. Penelitian mereka menguak fakta bahwa ketakutan berbicara di depan umum merupakan fobia paling umum yang dimiliki manusia. Sekitar 25,3 persen responden survei mengaku ada perasaan cemas atau takut berlebih ketika harus berbicara di depan umum.

Dampak buruknya terhadap kemajuan karir manusia kemudian dibahas dan dianalisa melalui survei terpisah pada tahun yang sama. Sebanyak 600 pekerja yang terlibat dalam survei tersebut menyebutkan pentingnya kemampuan komunikasi secara lisan dan keterampilan menyajikan presentasi dalam sistem perekrutan pekerja di hampir semua perusahaan.

Kemampuan manajemen serta administrasi memang penting dan diperhitungkan. Tetapi kedua hal itu masih tergolong kalah pentingnya dibandingkan kemampuan berkomunikasi atau berbicara di depan umum. Hampir 70 persen dari seluruh peserta survei mengakui betapa pentingnya kemampuan ini dalam membantu mereka menggapai keberhasilan di dunia pekerjaan.

Survei terpisah lainnya pada tahun yang sama menganalisa sebanyak 2.031 pekerja lewat online. 12 persen dari keseluruhan responden mengaku bahwa fobia berbicara di depan umum kerap kali membuat mereka sampai rela membiarkan orang lain presentasi duluan dan berhasil demi tidak mempermalukan diri sendiri.

Penulis media cetak Financial Times, Lucy Kellaway menjelaskan kepada BBC, mengutip Minggu (2/4/2017), fobia berbicara di depan umum membatasi karir seseorang.

“Kemampuan berbicara di depan umum bukan lagi sesuatu yang opsional namun suatu keharusan dalam kehidupan profesional. Ini merupakan keterampilan yang wajib dikuasai sebagaimana elemen lainnya dalam berbisnis,” penulis buku bertajuk ‘The Authority Guide to Presenting and Public Speaking’, Steve Bustin menambahkan.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya