Tingkatkan Keragaman Anggrek di Pembibitan Citeko

Kini, Indonesia telah memiliki area pembibitan anggrek seluas 16 hektare di kawasan Citeko, Gunung Geulis, Bogor, Jabar. Dengan kebun bibit tersebut diharapkan para petani bisa menambah koleksi anggrek Tanah Air.

oleh Liputan6Diterbitkan 07 Agustus 2010, 11:37 WIB
Liputan6.com, Bogor: Bagaimana satu pot bunga anggrek bulan dihasilkan? Tanaman tak berkayu itu membutuhkan waktu hingga lima tahun untuk berbunga, bahkan bisa lebih dari itu. Benih merupakan salah satu faktor keberhasilan tumbuh kembang tanaman anggrek.

Bicara soal benih, ada kabar mengembirakan bagi para petani anggrek. Kini telah terbentang area pembibitan benih di kawasan Citeko, Gunung Geulis, Bogor, Jawa Barat. Lahan seluas 16 hektare tersebut diresmikan dan dikelola oleh Ketua Umum Perhimpunan Anggrek Indonesia Mufidah Jusuf Kalla.

Bibit awal memang di datangkan dari luar negeri, yaitu Taiwan. Memang, selama ini Indonesia selalu berharap pada bibit yang diimpor. Petani malah sempat mengeluh ketika pemerintah melarang impor bibit tanaman budi daya, termasuk anggrek.

Jika kebun pembibitan anggrek Citeko mampu menghasilkan silangan sendiri, dipastikan negeri ini akan makin kaya dengan ragam anggreknya, apalagi potensi anggrek alam yang belum digali pun masih sangat banyak di Indonesia, mereka masih menunggu tangan-tangan dingin para pembudidaya anggrek.(OMI/AYB)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya