Jadi Pembalap Penguji F1, Sean Gelael: Rasanya Seperti Mimpi

Sean Gelael jadi pembalap penguji di tim Scuderia Toro Rosso.

oleh Jonathan Pandapotan Purba diperbarui 24 Mar 2017, 13:10 WIB
Pembalap Indonesia Sean Gelael (sean-gelael.com)

Liputan6.com, Jakarta - Pembalap Sean Gelael menjaga asa Indonesia di ajang balap Formula 1 setelah secara resmi diumumkan sebagai pembalap penguji di tim Scuderia Toro Rosso. Pembalap berusia 20 tahun ini mengaku kian termotivasi dan bertekad untuk memanfaatkan momentum ini dengan menjaga performa balapnya secara konsisten.

“Ya, rasanya seperti mimpi. Tentu ini akan menambah motivasi saya. Ini sekaligus tantangan besar saya. Karena itu, saya juga harus bisa tampil bagus dan konsisten pada balapan F2. Saya tahu ini merupakan kesempatan besar dalam karier balap saya,” kata Sean Gelael di situs resminya.

Pembalap yang gemar musik hip-hop ini secara resmi diumumkan tim Formula 1 Scuderia Toro Rosso sebagai salah satu pembalap penguji mereka untuk musim 2017. Kabar ini menjadi perhatian kalangan otomotif dunia yang pada saat hampir bersamaan sedang menantikan ajang balapan perdana Formula 1 di Melbourne Australia pada akhir pekan ini.

Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi masyarakat Indonesia yang sepertinya tak akan lama lagi bisa menyaksikan pembalapnya di ajang balap kasta tertinggi kursi tunggal Formula 1. Sean, yang pada musim ini akan berkolaborasi dengan pembalap Perancis, Norman Nato di tim Pertamina Arden pada balapan F2, diberi kesempatan untuk menguji mobil Toro Rosso STR12 di sirkuit Bahrain, Hongaria dan Abu Dhabi.

“Terima kasih kepada Toro Rosso yang telah memberi saya kesempatan dan dukungan. Saya masih harus bekerja keras dan tak akan berhenti untuk membuktikan serta membayar kepercayaan ini. Saya juga berterima kasih kepada semua pihak yang selalu mendukung saya,” kata Sean.

Bagi Sean, kesempatan ini memang kian membuka jalan untuk menuju balapan Formula 1. Sean pun telah membuat sejarah dengan menjadi pebalap pertama yang bukan merupakan pebalap binaan tim Red Bull atau Toro Rosso, namun dipercaya sebagai pebalap penguji di tim ini.

Toro Rosso dan Red Bull kebetulan punya afiliasi dengan tim Arden Motorsport, tim yang saat ini menaungi Sean untuk balapan F2. Tim Arden didirikan Garry Horner yang merupakan ayah kandung dari bos Red Bull, Christian Horner. Memiliki nama lengkap Scuderia Toro Rosso, tim ini dimiliki perusahaan minuman berenergi asal Austria, Red Bull GmbH, selain tim Red Bull Racing. Makanya, Toro Rosso disebut juga tim Red Bull junior.

“Selamat datang Sean Gelael! Dia akan menjadi test driver kami di Bahrain, Hongaria, dan Abu Dhabi,” demikian pernyataan Toro Rosso di akun twitternya.

Meski Toro Rosso dikenal sebagai tim yunior Red Bull, dalam sejarah F1, tim ini telah menghasilkan beberapa pebalap hebat. Juara dunia empat kali, Sebastian Vettel, kariernya juga diawali di tim ini sebelum naik kelas ke Red Bull. Demikian juga dengan pebalap muda Max Verstappen yang menjadi rising star musim 2016.

Musim ini Toro Rosso, mengandalkan pebalap Carloz Sainz Jr dan Daniil Kvyat. Dengan bergabungnya Sean Gelael mengikuti tes mengemudikan mobil STR12, bisa jadi sebagai tanda positif akan ada lagi pembalap Indonesia di balap F1.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya