Soal Pernikahan Sesama Jenis, Duterte Berubah Sikap

Meskipun banyak komentar kontroversial dari mulutnya, Rodrigo Duterte masih populer di Filipina.

oleh Tanti Yulianingsih diperbarui 21 Mar 2017, 16:34 WIB
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (Reuters)

Liputan6.com, Manila - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan, dia menentang pernikahan homoseksual. Ini berbeda dengan sikapnya sebelumnya yang sempat mengumumkan akan mempertimbangkan legalisasi perkawinan sesama jenis.

Duterte menjelaskan bahwa ia tidak menentang kaum penyuka sesama jenis. Ia bahkan mengakui beberapa kerabatnya adalah homoseksual.

Sosok kontroversial yang sebelumnya pendukung hak LGBTQ (lesbian, gay, bisexual, transgender, and queer), sempat mengatakan pada tahun 2015 bahwa pernikahan sesama jenis itu adalah baik dan ia tak masalah dengan hal itu.

Duterte dikenal karena pandangan konservatifnya terutama pada aksi kejahatan. Dia telah mengobarkan perang brutal terhadap narkoba, yang mengarah ke ribuan pembunuhan ekstra-yudisial.

Pada Minggu 19 Maret malam, Duterte mengeluarkan pernyataan terbarunya untuk ekspatriat Filipina di ibu kota Burma, Nay Pyi Taw dalam perjalanan resmi ke Myanmar. Transkrip pidato itu diberikan kepada wartawan Senin 20 Maret.

Dalam pidato panjang menanggapi kritik atas perang terhadap narkoba yang kini ditangguhkan, Duterte menuduh Barat memaksakan nilai-nilainya di Filipina. Ia kemudian merujuk ke cerita majalah Time baru-baru ini, terkait komunitas transgender di Amerika Serikat.

"Tidak ada gender karena Anda bisa menjadi laki-laki atau perempuan ... Itu budaya mereka (Barat). Ini tidak berlaku untuk kami. Kami adalah umat Katolik dan ada hukum yang mengatur, yang mengatakan bahwa Anda hanya dapat menikahi seorang wanita... seorang wanita untuk menikah dengan seorang pria."

"Itu hukum kami, jadi mengapa Anda harus menerima gender itu?" kata Duterte.

"Di mana pun Tuhan menempatkan Anda, tetaplah di sana. Jangan menghancurkannya ... Anda menghapus kesenjangan besar antara seorang wanita dan seorang pria," tambahnya.

Setiap Orang Berhak untuk Bahagia

Sebelum menjadi presiden pada Juni 2016, Duterte adalah wali kota Davao, yang memperkenalkan undang-undang anti-diskriminasi untuk seks, gender dan orientasi seksual selama pemerintahannya.

Pada 2015, Duterte muncul di talk show nasional mengatakan pernikahan sesama jenis adalah "baik ... semua orang berhak untuk bahagia".

Tahun berikutnya, saat berkampanye untuk presiden, ia mengatakan ia akan "mempertimbangkan" melegalkan pernikahan sesama jenis jika ada usulan seperti itu.

Filipina memiliki 80 juta umat Katolik dan sebagian besar merupakan masyarakat yang sangat religius.

Duterte telah mengambil masalah dengan gereja sebelumnya, setelah memanggil Paus dengan sebutan son of a whore.

Meskipun banyak komentar yang kontroversial, Duterte masih populer di Filipina.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya