VIDEO: Ini Bahaya Skip Challenge Menurut Dokter Ahli

Skip challenge mulai populer di Inggris sejak tahun 2015. Belakangan, tantangan ini mulai menjadi tren di media sosial.

oleh Liputan6 diperbarui 18 Mar 2017, 19:29 WIB
Skip challenge mulai populer di Inggris sejak tahun 2015. Belakangan, tantangan ini mulai menjadi tren di media sosial.

Liputan6.com, Surabaya - Prihatin dengan aksi skip challenge atau tantangan menekan dada, SMA Muhammadiyah 2 Surabaya mengadakan sosialisasi bahaya tantangan ini. Dalam sosialisasi ini pihak sekolah mendatangkan dokter ahli untuk menjelaskan efek samping dari kegiatan tersebut.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Sabtu (18/3/2017), dalam sosialinya, dokter menerangkan bila dampak skip challenge cukup berbahaya. Sebab bisa pingsan bahkan bisa menimbulkan kematian karena kekurangan oksigen pada otak.

"Sangat berbahaya. Terutama kalau misalnya pasokan oksigennya ke otak sangat berkurang bisa mengakibatkan kematian," kata dr Viqi Istiqomah.

Skip challenge mulai populer di Inggris sejak tahun 2015. Belakangan, tantangan ini mulai menjadi tren di media sosial.

Bagi sebagian remaja, tantangan ini menjadi permainan untuk menjajal keberanian. Namun sejatinya, masih banyak permainan yang lebih edukatif daripada skip challenge.

Saksikan bahaya skip challenge menurut dokter ahli berikut ini.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya