Rekor Sriwijaya Dicoreng Kapolda

Catatan kelam dalam persepakbolaan nasional. Diwarnai intervensi Kapolda Jateng, Sriwijaya mencetak hat-trick juara Piala Indonesia setelah di final mengandaskan Arema Malang 2-1 (0-0).

oleh Liputan6Diterbitkan 01 Agustus 2010, 23:01 WIB
Kapolda Jateng, Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo (kiri) berdiskusi dengan seorang panitia pertandingan, saat jeda babak pertama final Piala Indonesia 2010 antara Arema melawan Sriwijaya FC, di Stadion Manahan, Solo, Jateng, Minggui (1/8). FOTO ANTARA/R. R
Liputan6.com, Solo: Memalukan. Catatan kelam kembali tertoreh dalam sejarah persepakbolaan nasional. Diwarnai intervensi Kapolda Jateng, Sriwijaya FC berhasil memenuhi ambisinya mencetak hattrick alias tiga kali juara berturut-turut di ajang Piala Indonesia setelah dalam babak final yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Minggu (1/8), mengandaskan Arema Malang 2-1 (0-0). Sebelumnya, Sriwijaya sukses menjuarai Piala Indonesia 2008 dan 2009. Sebaliknya, kekalahan tersebut memupus ambisi Singo Edan yang bertekad meraih double winners atau menyandingkan gelar Indonesia Super League (ISL) dan Piala Indonesia.

Pada pertandingan ini, kedua tim tampil cukup terbuka dan saling menyerang meski Sriwijaya nampak lebih dominan. Sejumlah pelanggaran kasar dilakukan oleh kedua tim di partai pamungkas ini. Pada menit ke 19, wasit Jimmy Napitupulu terpaksa mengusir gelandang Arema, Alamsyah karena  mengangkat kaki terlalu tinggi dan nampak sengaja berniat mengenai kepala seorang pemain Sriwijaya yang dilanggarnya. Permainan kasar tersebut akhirnya memakan korban. Di menit ke 22, kiper  Sriwijaya, Ferry Rotinsulu yang dilanggar oleh pemain Arema pada menit-menit awal pertandingan pun harus digantikan oleh Hendro Kartiko kerena tidak mampu meneruskan pertandingan.

Sepanjang babak pertama Sriwijaya memang nampak lebih mendominasi terbukti dengan sejumlah peluang yang didapat oleh Gumbs, Tony Sucipto dan Obiora. Sementara peluang emas satu-satunya Arema diperoleh oleh  Roman Camelo di menit ke-23. Lolos dari kawalan bek lawan di sisi kiri kotak penalti Sriwijaya dan berhasil melepaskan tendangan kaki kiri cukup keras yang masih bisa diantisipasi Hendro Kartiko. Sampai jeda, skor tetap imbang tanpa gol.

Kredo "fair play" mulai dipertanyakan ketika pada masa istirahat pertandingan dihentikan hingga lebih dari satu jam. Insiden kartu merah yang diberikan oleh wasit Jimmy Napitupulu kepada Alamsyah di babak pertama nampaknya masih berbuntut panjang. Sikap berlebihan ditunjukkan Kapolda Jawa Tengah Irjen Alex Bambang Riatmojo yang ikut campur dalam soal teknis pertandingan dengan meminta Inspektur Pertandingan mengganti wasit Jimmy Napitupulu. Bambang m
Lanjut Baca:

enilai performa Jimmy yang mengeluarkan kartu merah berpotensi menyulut kemarahan fans Singo Edan. “Pimpinlah pertandingan sebaik-baiknya supaya tidak ada kerusuhan di penghujung pertandingan,”  ujar Alex Bambang. Pernyataan Kapolda itu menyulut adanya isu juara bersama. Spekulasi yang kian mengental setelah tak ada kepastian kapan babak kedua digelar. Kurang lebih sejam pertandingan terhenti. Sementara itu, pelatih Sriwijaya Rahmad Darmawan yang timnya unggul dalam jumlah pemain justru menginginkan agar pertandingan segera dilanjutkan tanpa mempedulikan siapapun wasitnya. Usai tarik-menarik kepentingan pertandingan pun kembali dilanjutkan dan Jimmy diputuskan tetap memimpin pertandingan. Laga pun kembali dilanjutkan dengan Sriwijya masih tetap mendominasi jalannya permainan. Pada menit ke 47, gol yang ditunggu-tunggu oleh Sriwijaya akhirnya tercipta. Umpan hasil tendangan sudut disambut sundulan Keith Kayamba Gumbs yang lepas dari pengawalan bek Arema. Bola tak mampu dijangkau kiper Kurnia Mega. Skor 1-0 untuk Sriwijaya. Sembilan menit kemudian Sriwijaya kembali mengancam. Pada menit 56, Solomin melancarkan tendangan keras dari jarak jauh langsung ke arah gawang yang tipis melebar di samping kiri gawang Hendro Kartiko. Di menit ke 66, memanfaatkan posisi Kurnia Mega yang jauh meninggalkan posnya, tendangan jarak jauh dari garis tengah lapangan yang dilakukan pemain Sriwijaya sempat membahayakan gawang Arema. Untungnya Kurnia dengan segera kembali ke posisinya dan menepis bola yang hampir pasti masuk ke gawang. Arema yang tetap tampil semangat mampu menyamakan kedudukan di menit ke-71 lewat Muhammad Ridwan memanfaatkan kemelut yang terjadi di depan gawang Hendro. Bermula dari umpan dari sayap kanan yang dilepaskan oleh pemain Arema gagal diantisipasi oleh para pemain bertahan Sriwijaya. Dengan mudah Ridwan menceploskannya ke dalam gawang. Skor 1-1. Namun, skor imbang ini tak bertahan lama. Tujuh menit kemudian Sriwijaya kembali unggul 2-1 lewat sepakan keras striker Pavel Solomin. Memanfaatkan umpan sundulan dari rekannya, Solomin lepas dari jebakan off-side dan tendangan kerasnya yang terukur menjebol gawang Kurnia Mega. Gol ini sempat memicu protes dari sejumlah pemain Arema yang menuding para pemain Sriwijaya telah lebih dulu berdiri dalam posisi off-side. Akibatnya, wasit Jimmy mengeluarkan kartu kuning untuk kiper Kurnia Mega yang melancarkan protes terlalu keras kepada hakim garis. Di sisa waktu Arema mencoba melancarkan serangan sporadis ke gawang Hendro Kartiko. Usaha yang sia-sia. Sampai peluit akhir berbunyi, skor 2-1 untuk Sriwijaya tetap tak berubah.(CHR)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya