Liputan6.com, Semarang: Musibah longsor melanda Perumahan Bukit Indah Regency, kawasan Gombel, Kecamatan Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (8/2). Akibatnya, sebanyak 30 rumah di kompleks perumahan elite itu rusak dan jalan utama di sekitar lokasi amblas hingga lima meter. Kendaraan roda empat juga tak bisa memasuki perumahan itu. Demikian pemantauan SCTV di Semarang.
Krisdianto, pengembang dari PT Regency mengatakan kemungkinan besar musibah terjadi karena ulah pengembang lain yang mengeruk tanah di bawah permukaan wilayah perumahan itu. Perusahaan itu, menurut Krisdianto, adalah PT Ipu. Untuk itu, kedua perusahaan berencana mengadakan rapat untuk membahas masalah tersebut.
Longsor di perumahan itu, menurut para warga, berlangsung dua kali dalam sehari. Pertama, pada pukul 11.30 WIB, permukaan Jalan Permata II turun sampai 10 sentimeter, sehingga tanah sempat bergoyang selama beberapa menit. Kedua, pada pukul 12.30 WIB, longsor menimbun 30 rumah di blok D III dan D IV. Tak ada korban jiwa pada peristiwa ini. Sebab, para pemilik rumah yang ketakutan langsung mengemasi barang-barang dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Untuk itu, mereka akan menuntut PT Regency yang dianggap berbohong. Pasalnya, pada brosur, PT Regency menyebutkan kondisi perumahan itu kuat.(MTA/Teguh Hadi Prayitno dan Kukuh Ariwibowo)
Krisdianto, pengembang dari PT Regency mengatakan kemungkinan besar musibah terjadi karena ulah pengembang lain yang mengeruk tanah di bawah permukaan wilayah perumahan itu. Perusahaan itu, menurut Krisdianto, adalah PT Ipu. Untuk itu, kedua perusahaan berencana mengadakan rapat untuk membahas masalah tersebut.
Longsor di perumahan itu, menurut para warga, berlangsung dua kali dalam sehari. Pertama, pada pukul 11.30 WIB, permukaan Jalan Permata II turun sampai 10 sentimeter, sehingga tanah sempat bergoyang selama beberapa menit. Kedua, pada pukul 12.30 WIB, longsor menimbun 30 rumah di blok D III dan D IV. Tak ada korban jiwa pada peristiwa ini. Sebab, para pemilik rumah yang ketakutan langsung mengemasi barang-barang dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Untuk itu, mereka akan menuntut PT Regency yang dianggap berbohong. Pasalnya, pada brosur, PT Regency menyebutkan kondisi perumahan itu kuat.(MTA/Teguh Hadi Prayitno dan Kukuh Ariwibowo)