Liputan6.com, Jakarta - Penjualan sepeda motor, terutama di perkotaan, menuju titik jenuh. Hal ini dibuktikan oleh sejumlah riset. Merujuk data WHO (2013), Bambang Susantono, pakar transportasi, mengatakan bahwa persentase sepeda motor terhadap jumlah penduduk di sini telah mencapai 251/10 ribu penduduk.
Itu artinya, dari 10 ribu penduduk, ada 251 unit motor. Ini setara dengan satu motor untuk empat orang. Angka yang sangat tinggi, apalagi jika dibandingkan dengan pemilik mobil. Pada 2002 hingga 2010, masih merujuk pada data WHO, pertumbuhan motor di seluruh dunia tiga kali lebih besar ketimbang pertumbuhan mobil.
Advertisement
Perlu dicatat, angka ini terus bertambah. Tahun lalu saja penjualan motor di Indonesia mencapai lebih dari lima juta unit, yang terkonsentrasi di kota-kota besar.
Di Jakarta misalnya, menurut data BPS, motor mengalami pertumbuhan yang paling signifikan, yaitu sebesar 10,54 persen (data 2014). Jumlah motor yang terdaftar mencapai 13 juta lebih. Tak heran lalu lintas pada tahun itu hampir 75 persennya didominasi motor. Sementara mobil penumpang hanya 18,6 persen.
Efek dari tingginya persentasi pengguna motor ini adalah pabrikan semakin sulit mencari konsumen. Hal ini dibenarkan oleh Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Agen Pemegang Merek (APM) Yamaha di Indonesia.
GM Aftersales and PR PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing M. Abidin mengatakan, bahwa kesulitan ini terutama terjadi di perkotaan. Ia bahkan mengatakan bahwa sangat berat mencari konsumen baru, dalam arti mereka yang sebelumnya tidak punya motor dan kemudian membeli motor.
"Kalau mau cari konsumen baru sulit. Sudah dua banding satu. Jadi kalau berharap dari pembeli baru rasanya akan berat," ujarnya di Jakarta, Rabu (1/3) kemarin.
Menanggapi fenomena kejenuhan ini, Yamaha melakukan beberapa strategi. Di antaranya adalah fokus pada pasar-pasar yang belum terlalu sesak, misalnya di daerah pedesaan.
"Yang berkembang itu di rural area, di perkotaan sudah padat betul. Artinya harus mengembangkan pasar-pasar baru. Artinya ada manajemen risiko, artinya perusahaan leasing mencari pasar yang risikonya kecil," tambahnya.