Amel Hutahaean, Pengacara Cantik yang Mirip Karakter Pocahontas

Orang tua Amel termasuk orang tua yang tidak setuju untuk bekerja di dunia entertainment.

oleh Angga Utomo diperbarui 23 Feb 2017, 12:00 WIB
mel Hutahaean ini merupakan seorang model dan juga pengacara berdarah batak.

Liputan6.com, Jakarta Banyak orang yang menganggap bahwa seorang model hanyalah membutuhkan kecantikan. Dan selalu dianggap sebagai pekerja yang cantik atau tampan tanpa pengetahuan yang luas. Namun hal tersebut tidaklah benar.

Melati Septidian Hutahaean atau yang biasa disapa dengan Amel Hutahaean ini merupakan seorang model dan juga pengacara. Mahasiswi lulusan Universitas Pelita Harapan jurusan Hukum ini berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu tiga tahun. Selain pendidikan formal di kampus, ia juga termasuk mahasiswi aktif di kegiatan – kegiatan mahasiswa.

Selagi menulis skripsi, Amel iseng mendaftarkan diri untuk menjadi Putri Indonesia 2014. Ia tidak memberitahukan orang tuanya karena orang tua Amel termasuk orang tua yang tidak setuju untuk bekerja di dunia entertainment. 

“Waktu daftar aku gak bilang Papa Mama, karena kan belum tentu juga keterima. Sampai aku dipanggil untuk wawancara, juga aku belum bilang, masih mikirnya "oh formalitas semua pendaftar dipanggil semua" .

Setelah seminggu aku dapet email, aku harus datang ke Graha Mustika Ratu untuk kasih foto terbaru. Gak lama setelah itu ternyata aku keterima ngewakilin Jakarta. Bingung banget mau ngejelasin ke mama papa gimana” Kata Amel. 

Gagal sebagai pemenang Putri Indonesia 2014 tidak membuatnya berkecil hati, salah satu management disana menarik Amel untuk menjadi model. 

Foto dok. Liputan6.com

Amel tidak menjadikan modeling sebagai pekerjaan utamanya, ia sekarang bekerja di Murdono Law Office sebagai seorang pengacara. Ia berkata bahwa dirinya lebih menikmati bekerja sebagai seorang pengacara dibandingkan model. 

“Walaupun masih ada tawaran-tawaran foto dan modeling masih aku ambil kalau memang memugkinkan. Kalau ditanya lebih enak mana, i would say lawyering. Aku lebih enjoy jalaninnya walaupun capeknya luar biasa, harus pulang sampai larut dan paginya kerja lagi. Tapi mungkin ini namanya passion, tingkat kepuasannya beda aja.” Ujar Amel.

Penulis :  

Nadia Donna

Institut Pertanian Bogor

Jadilah bagian dari Komunitas Sahabat Liputan6.com dengan berbagi informasi & berita terkini melalui e-mail: SahabatLiputan6@gmail.com serta follow official Instagram @SahabatLiputan6 untuk update informasi kegiatan-kegiatan offline kami.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya