Pertamina Makin Mantap Caplok Dua Blok Minyak di Iran

Pertamina akan mengelola dua blok minyak di Iran bila negara tersebut menyetujui proposal yang diajukan.

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 17 Feb 2017, 09:30 WIB

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina (Persero) bersiap melanjutkan diskusi proposal akuisisi dua lapangan minyak di Iran, yakni Ab-Teymour dan Mansouri dengan National Iranian Oil Company (NIOC).

Rencananya, pertemuan manajemen dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perminyakan ini akan berlangsung pada Minggu (19/2/2017).

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan, Pertamina sudah membahas proposal pengelolaan blok minyak Ab-Teymour dan Mansouri dengan National Iranian South Oil Company (NISOC), anak perusahaan NIOC. NISOC merupakan operator dua lapangan minyak yang dibidik Pertamina.

"Tanggal 11 Februari lalu, kita sudah diskusikan proposal dengan NISOC dan responsnya bagus. Lalu nanti hari Minggu (19/2), tim kita akan diskusi dengan NIOC, Pertamina-nya Iran," jelas Syamsu saat ditemui di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis malam (16/2/2017).

Proses selanjutnya, Syamsu mengatakan, apabila dari hasil diskusi tersebut, NIOC menerima proposal Pertamina, maka perusahaan akan menyodorkan proposal resmi pengelolaan dua blok minyak tersebut saat kunjungan ke Iran pada minggu depan.

"Kalau semuanya sudah oke, kita akan submit proposalnya. Iya (saat kunjungan bersama pemerintah ke Iran)," dia menjelaskan.

Asal tahu saja, pemerintah Indonesia yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution akan melakukan kunjungan kerja ke Iran sebagai tindaklanjut lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Iran di Desember lalu.

Rencananya selain Menko Perekonomian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Pertamina akan ikut dalam rombongan.

Syamsu memastikan, Pertamina akan mengelola dua blok minyak Ab-Teymour dan Mansouri. Lapangan minyak raksasa di Iran tersebut memiliki cadangan 5 miliar barel yang dapat memasok kebutuhan kilang-kilang minyak di Indonesia.

"Kita mengelola lapangan di sana. Minyaknya kita bisa kirim ke kilang saat produksi. Jadi nanti sudah upgrade, bisa ke kilang Cilacap, Balikpapan, tidak ada masalah," tegas dia. (Fik/Nrm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya