Liputan6.com, Jakarta - Kompetisi di Eropa sudah memasuki tahap akhir. Liga Inggris, misalnya, 20 tim hanya menyisakan 13 pertandingan lagi untuk menentukan siapa yang akan jadi jawara musim ini.
Namun di balik persaingan perburuan gelar juara, terselip cerita menarik tentang masa depan pelatih. Ada yang tinggal menunggu perpanjangan kontrak, ada pula yang nasibnya berada di ujung tandung lantaran gagal mendongkrak prestasi tim yang ditanganinya.
Siapa saja mereka? Berikut 4 pelatih yang berada di ujung tanduk:
Advertisement
Claudio Ranieri
Claudio Ranieri baru saja dinobatkan sebagai pelatih terbaik dunia lantaran sukses mengakhiri paceklik gelar Liga Inggris selama 132 tahun bersama Leicester City di musim lalu. Namun begitu, cerita keberhasilan tentang The Foxes sudah tak lagi mengguncang penikmat sepak bola dunia.
Hal itu terjadi lantaran Leicester City seperti kehilangan identitasnya sebagai tim yang disegani di Liga Inggris. Pasalnya saat ini mereka terdampar di urutan ke-17 dengan raihan 21 poin dari 25 pertandingan terakhir di Liga Inggris. Jamie Vardy dkk hanya terpaut satu angka dari penghuni degradasi Hull City di 13 pertandingan tersisa.
Tak ayal, nasib Ranieri bersama Leicester mulai ramai dibicarakan. Belum lagi pada lanjutan Liga Inggris akhir pekan ini, mereka akan menjamu Liverpool yang juga sedang mencoba untuk keluar dari masa sulit. Jika The Foxes kehilangan angka penuh di pertandingan itu, bukan tak mungkin masa depan Ranieri bersama Leicester bakal berakhir.
Arsene Wenger
Hampir 21 tahun mengabdi di Arsenal rasanya sudah cukup buat Arsene Wenger untuk meletakkan jabatannya di akhir musim ini. Ditambah Arsenal hingga saat ini belum memberikan tanda-tanda akan memperpanjang kontrak juru taktik yang akan habis pada akhir musim ini.
Skenario yang dilakukan klub cukup beralasan, sebab Wenger tak kunjung memberikan prestasi membanggakan sejak menggondol trofi juara FA dan Community Shield pada musim 2014/2015. Sementara di Liga Inggris, The Gunners terakhir kali merayakan trofi bersama penggemar pada 2004.
Mengacu pada catatan tersebut rasanya tepat jika pejabat Arsenal mengambil langkah berani, terlebih mereka baru saja menelan kekalahan telak 1-5 dari Bayern Muenchen di Liga Champions.