Lagi, Kapal Bantuan Berangkat ke Palestina

Kapal Amalthea yang mengangkut 2.000 ton pangan dan obat akan berangkat ke Gaza. Kapal itu akan bertolak dari pelabuhan Lavrio di Yunani tenggara.

oleh Liputan6Diterbitkan 10 Juli 2010, 09:26 WIB
Liputan6.com, Lavrio: Bantuan akan terus diberikan bagi warga Palestina. Sabtu (10/7) pagi, Kapal Amalthea yang mengangkut 2.000 ton pangan dan obat akan berangkat ke Gaza. "Kami akan melakukan semua yang kami bisa," kata Direktur Eksekutif Yayasan Amal dan Pembangunan Internasional Kadhafi Yusuf Sawani. Sawani adalah koordinator lawatan bantuan itu.

Yayasan dipimpin putra pemimpin Libia Saif al-Islam Kadhafi. Sepuluh pendukung yayasan amal itu direncanakan ikut dan juga 12 awak kapal. Kapal Amalthea akan bertolak dari pelabuhan Lavrio di Yunani tenggara. Para aktivis itu sebagian besar warga Libia, seorang Nigeria dan seorang Maroko. Para awaknya termasuk orang Kuba, Haiti, Suriah dan India.

Sawani memperkirakan perjalanan itu akan membutuhkan waktu 70-80 jam. "Kami akan berusaha untuk menjelaskan pada pihak lain  bahwa kami hanya akan membantu orang, kami tidak memiliki sesuatu di kapal kecuali beras, minyak, tomat dan terigu. Itulah semua yang kami miliki, kami tidak mempunyai senjata," kata Fabdalraof, insinyur Libia yang akan ikut dalam rombongan.

Keberangkatan kapal bantuan ini selang sebulan setelah serangan mematikan Israel terhadap konvoi kapal bantuan Mavi Marmara. Insiden pada 31 Mei silam itu menewaskan sembilan aktivis pro-Palestina asal Turki.

Serangan Israel memancing kecaman internasional. Hubungan Israel-Turki pun terkikis menyusul kemudian datang kecaman dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Perihal serangan, Israel mengatakan pasukan khususnya telah diserang dengan pisau dan tongkat ketika mereka naik kapal itu. Dan serangan sebagai tindakan membela diri. Mereka menambahkan, blokadenya penting untuk menghentikan senjata dan material. Israel khawatir senjata dan material dapat digunakan untuk tujuan militer yang nantinya dipegang penguasa Islam Hamas di Gaza.(AIS/Ant)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya