6 Pernyataan Sensasional Ibrahimovic

Tak hanya jago mencetak gol, Ibrahimovic juga kerap melontarkan pernyatan sensasional.

oleh Bogi TriyadiDiterbitkan 06 Februari 2017, 08:12 WIB
Meski sudah 35 tahun, Zlatan Ibrahimovic mampu tampil dengan performa terbaik bersama Manchester United (MU) di musim 2016-17.

Liputan6.com, Jakarta Zlatan Ibrahimovic adalah salah satu pesepak bola terbaik di dunia. Eks stiker Timnas Swedia ini kerap mencetak gol-gol spektakuler.

Namun, Ibrahimovic tak hanya mahir dalam mengolah si kulit bundar. Stiker 35 tahun itu juga kerap melontarkan pernyataan sensasional yang menarik perhatian publik sepak bola.

Salah satunya adalah pernyataannya tidak mau mengikuti audisi Arsenal saat diminati manajer klub Inggris tersebut, Arsene Wenger. "Zlatan tidak perlu tidak melakukan audisi," tandas striker Manchester United (MU) itu.

Ada pernyataan sensasional Ibrahimovic lainnya. Berikut enam pernyataan eks bintang Barcelona dan AC Milan itu seperti dinukil dari Sokka:


1. Jadi Tuhan di MU

Zlatan Ibrahimovic tidak ingin jadi di Manchester United (MU). Tapi, menjadi Tuhan di Manchester.

Eric Cantona mengatakan Zlatan Ibrahimovic hanya bisa menjadi pangeran di Manchester United (MU). Pasalnya, status raja sudah menjadi pria Prancis tersebut. Semalam bermain bersama MU, Cantono mendapat predikat The King of Old Trafford.

"Hanya akan ada satu raja di Manchester. Anda bisa menjadi pangeran jika Anda menginginkannya. Nomor 7 akan menjadi milik Anda jika tertarik menginginkannya. Itu adalah hadiah dari saya untuk Anda. Raja telah pergi! Hanya pangerang yang masih bisa berada di Old Trafford," kata Cantona.

Pernyataan Cantona itu ditanggapi santai oleh Ibrahimovic. "Saya mengagumi Cantona, dan saya mendengar apa yang dia katakan. Namun, saya tidak akan menjadi raja di Manchester. Saya akan menjadi Tuhan di Manchester," ucap Ibrahimovic yang bergaung dengan MU pada musim panas 2016.


2. Seorang Legenda

Empat musim bermain untuk Paris Saint-Germain, Zlatan Ibrahimovic merasa menjadi legenda di klub kaya Prancis tersebut.

Zlatan Ibrahimovic memutuskan meninggalkan Paris Saint-Germain (PSG) setelah kontraknya habis pada Juni 2016. Meski hanya empat musim, striker asal Swedia ini mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak di klub kaya Prancis itu. Ibrahimovic mencetak 152 gol dari 178 penampilannya.

Tak hanya itu, PSG selalu memenangkan gelar juara Ligue 1 Prancis sejak Ibrahimovic memperkuat klub tersebut. Prestasi tersebut membuat Ibrahimovic merasa dirinya sangat berjasa bagi klub milik Nasser Al-Khelaifi ini.

"Saya datang seperti seorang raja, saya meninggalkan seperti legenda," ucap Ibrahimovic, beberapa hari setelah meninggalkan PSG.

Lanjut Baca:

Manajer Arsenal Arsene Wenger ternyata pernah meminati Zlatan Ibrahimovic sebelum pemain asal Swedia itu bergabung ke Ajax Amsterdam. Saat itu, Ibrahimovic masih berusia 17 tahun. Namun, Wenger meminta Ibrahimovic untuk menjalani serangkaian tes yang memungkinkan dia bermain di Arsenal. Namun, eks pemain Barcelona dan Arsenal itu menolak permintaan tersebut. "Arsene Wenger meminta saya untuk menjalani percobaan dengan Arsenal ketika saya berusia 17 tahun. Saya menolaknya. Zlatan tidak melakukan audisi," tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya