Ilmuwan Klaim Temukan Gen untuk Bangkitkan Kembali Orang Mati

Gen tersebut aktif dan mencoba membawa tubuh yang telah mati menjadi hidup kembali.

oleh Sulung Lahitani diperbarui 03 Feb 2017, 19:00 WIB
Gen tersebut aktif dan mencoba membawa tubuh yang mengalami kematian kembali hidup.

Liputan6.com, Jakarta - Penelitian terbaru yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dari Universitas Washington dan Universitas Alabama menemukan bahwa setelah seseorang meninggal, ada gen tertentu dalam tubuh yang berusaha membawa manusia kembali dari kematian.

Dalam temuan ilmuwan, gen yang disebut gene expression ini meningkat saat mencoba membawa 'tuan rumah' tempat gen tersebut berada hidup kembali. Ini berarti, ada energi yang cukup untuk mengaktifkan sel dan gen beberapa saat setelah kematian.

Gene Expression sendiri merupakan sebutan untuk proses informasi yang digunakan dalam sintesis produk gen fungsional. Biasanya berupa protein.

Selama studi tersebut, ilmuwan memantau fenomena itu pada ikan zebra dan tikus. Tapi para ahli yakin fenomena demikian juga terjadi pada manusia.

Penulis senior, Peter Noble dari Universitas Washington dan Universitas Alabama menjelaskan bahwa tidak semua sel akan mati ketika suatu organisme itu mati. Jenis sel yang berbeda dapat memiliki rentang hidup, waktu penciptaan, dan ketahanan terhadap stres ekstrem yang berbeda pula.

"Sangat mungkin bahwa saat satu organisme mati, beberapa sel tetap hidup dan berusaha memperbaiki diri. Khususnya sel-sel induk," kata Noble.

Melansir dari Newscientist, Jumat (03/02/2017), berdasarkan studi tersebut, ratusan gen dengan fungsi berbeda "terjaga" segera setelah kematian. Termasuk juga gen pembangun yang biasanya mati setelah kita dilahirkan serta gen yang terkait dengan kanker. Hidupnya kembali gen-gen tersebut mencapai puncaknya sekitar 24 jam setelah kematian.

Studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal Open Biology juga menemukan bahwa transkripsi gen terkait dengan kenaikan perkembangan embrio. Malahan, langkah pertama dari gen ekspresi tersebut dapat terjadi hingga tiga hari setelah kematian.

"Ini akan berguna untuk prescreen organ transplantasi untuk meningkatkan transkrip gen kanker," tambah Noble.

Para ilmuwan yakin, studi baru ini memungkinkan mereka untuk lebih memahami proses kematian.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya