Interaksi Layanan Pelanggan Mulai Diganti Chatbot

Beberapa startup lokal bahkan mulai mengimplementasikan teknologi chatbot ke dalam sistem produksi.

oleh Iskandar diperbarui 24 Jan 2017, 21:30 WIB
Chatbot. Dok: Techcrunch.com

Liputan6.com, Jakarta - Firma riset Gartner memprediksi, hanya sepertiga dari interaksi layanan pelanggan akan memerlukan interaksi manusia pada 2017.

Ini berarti sisanya akan ditangani oleh perangkat lunak otomatis seperti chatbot. Prediksi pasar menunjukkan bahwa chatbot mengubah cara orang berinteraksi dengan bisnis dan dengan internet dalam skala besar.

Beberapa startup lokal bahkan mulai mengimplementasikan teknologi tersebut ke dalam sistem produksi. Sebut saja SaleStock yang beberapa waktu lalu mulai menggantikan peran manusia dengan chatbot untuk melayani konsumennya.

Kondisi ini juga mendasari BBM memilih meluncurkan Application Program Interface (API) untuk chatbot. Kemampuan chatbot yang beragam juga menjadi alasan BBM siap menggulirkannya dalam waktu dekat. Pengguna dimungkinkan untuk memesan makanan, kendaraan, atau membeli kopi hanya dengan satu aplikasi.

Tak mau ketinggalan, Marketbiz.Net yang memiliki kekuatan digital marketing technology juga merilis layanan chatbot bernama Chatzbro. Layanan ini bisa digunakan secara massal oleh para pebisnis online. Layanan ini mengintegrasikan payment gateway paling simple (iPaymu.com) dan penghitungan logistik otomatis.

Chatzbro juga membuat chatbot khusus untuk hotel booking, food ordering, dan model bot virtual assistant lainnya. Untuk masyarakat Indonesia bisa mengotomasi bisnisnya dengan rule base Facebook Messenger.

Hal ini sangat memudahkan dalam skala bisnis offline ke online atau bisnis online yang sudah digunakan oleh pebisnis sebelumnya, untuk lebih mengoptimalkan layanan bisnisnya.

"Layanan Chatzbro terus akan disempurnakan sampai pada level logistik dan Facebook Marketing Automation untuk mempermudah dan memberikan kenyamanan dalam berbisnis di internet (dengan ads atau organik)," kata CEO Marketbiz.Net Silvia Ratna melalui keterangan tertulisnya, Selasa (24/1/2016) di Jakarta.

Untuk diketahui, chatbot adalah program komputer yang bekerja di dalam aplikasi messenger, berinteraksi antar-pengguna dengan cara menirukan percakapan manusia. Beberapa waktu belakang ini popularitasnya makin meningkat, seiring dengan kemajuan algoritma yang menopangnya.

Fungsionalitasnya juga mulai beragam, mulai memberikan jawaban otomatis untuk layanan konsumen, sebagai layanan pemesanan hingga menjadi asisten virtual.

Lebih lanjut, Silvia menegaskan ada tiga alasan yang melandasi Chatzbro dirilis. Pertama adalah tidak menggunakan aplikasi dan simple cara menggunakannya. Alasan kedua, lanjutnya, membangun layanan pelanggan yang tidak pernah tidur.

"Alasan ketiga jangan pernah melewatkan komunikasi lagi. Jika kamu tidak menjual produk atau menjalankan chat messenger, maka apa manfaat yang bisa dilakukan chatbot? Penggunaan praktis yang paling penting dari chatbot adalah untuk layanan pelanggan," tutupnya.

(Isk/Cas)

 

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya