Van Gaal Ungkap Masa-masa Sulitnya sebelum Ditendang MU

Louis van Gaal mengatakan, otaknya sudah buntu untuk menyemangati para pemain MU.

oleh Risa KosasihDiterbitkan 17 Januari 2017, 21:00 WIB
Louis van Gaal melambaikan tangan saat meninggalkan stadion Old Trafford, Manchester. (28/12/2015). (AFP/Oli Scarf)

Liputan6.com, Manchester - Pelatih asal Belanda, Louis van Gaal, baru membuat pengakuan soal masa-masa sulitnya dalam enam bulan terakhir menjadi manajer Manchester United (

MU

). Van Gaal mengatakan, otaknya sudah buntu untuk menyemangati para pemain di tengah desakan untuk memperbaiki pencapaian tim.

Pria 65 tahun tersebut datang pada 2014 dan meneken kontrak dengan durasi tiga musim. Sebetulnya dia sudah ingin pensiun usai melatih timnas Belanda di Piala Dunia namun tawaran untuk menukangi MU datang dan tak bisa dia tolak.

Van Gaal dipecat

MU

pada Mei 2015 dan kemudian digantikan oleh Jose Mourinho. Hingga saat ini dia belum kembali aktif sebagai pelatih.

"Dalam enam bulan terakhir itu di United, situasinya begitu sulit. Itulah kenapa trofi yang saya menangkan, Piala FA, saya anggap trofi terbesar dalam karier saya," tutur Van Gaal dilansir dari

Manchester Evening News

, pada Selasa (17/1/2017) malam.

"Ibaratnya saat mereka meletakkanmu di atas panggung dengan balok di kelapamu, kepala saya itu terperangkap dalam enam bulan," katanya.


Inspirasi Pemain

Piala FA bagi mantan pelatih Barcelona tersebut adalah buah kerja kerasnya terus menginpirasi para pemain MU. Dalam final turnamen tersebut, Setan Merah menang 2-1 atas Crystal Palace dalam babak perpanjangan waktu.

"Dalam situasi seperti itu, saya diharapkan untuk menginspirasi pemain tiap harinya. Melewati momen yang benar-benar klimaks dalam final Piala FA, berakhir dengan 10 pemain dan mencetak gol kemenangan di

extra-time

," ujar Van Gaal.

"Setelah melewati semua itu, saya pun pergi dengan sebuah trofi. Itu luar biasa bagi saya," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya