Liputan6.com, Jakarta Awal keterlibatan Muhammad Fachroni—yang kini lebih dikenal sebagai Oon Project Pop—dalam dunia hiburan, berawal dari keinginan Iszur Muchtar dkk untuk meremajakan P-Project.
Jadilah, pada 1996 Project Pop terbentuk. Kelompok ini beranggotakan para mahasiswa tingkat akhir dari Universitas Katholik Parahyangan, yakni Hilman—yang hanya bertahan sebentar di grup ini—Yosi, Udjo, Odie, Tika Panggabean, dan Oon. Bergabung pula Gugum yang merupakan almamater Universitas Padjadjaran.
Advertisement
Album pertama mereka yang muncul di tahun berdirinya kelompok ini, Lumpia Vs Bakpia, langsung menarik perhatian publik. Berbeda dengan para seniornya yang lebih dikenal lewat parodi lagu-lagu populer, Project Pop percaya diri dengan materi asli yang mereka gubah sendiri. Namun napas musik mereka tetap sama, yakni komedi.
Kesuksesan ini ternyata bertahan hingga dua dekade dan sepuluh album berikutnya. Sejumlah single Project Pop seperti "Dangdut Is The Music of My Country", "Tu. Wa. Ga. Pat", dan "Ingatlah Hari Ini", terus melekat dalam ingatan publik.
Namun, dalam peluncuran album terakhir Project Pop, Move On Lagi, tersibak satu cerita dari Oon Project Pop yang belum pernah ia ceritakan sebelumnya. "Si bungsu" dalam kelompok Project Pop ini, ternyata pernah ingin hengkang dari kelompok yang telah membesarkan namanya ini.