Liputan6.com, Jakarta: Sejumlah pengurus International Chambers of Commerce (ICC), Senin (28/01), bertemu dengan Presiden Megawati Sukarnoputri di Istana Negara, Jakarta. Dalam kesempatan itu, ICC menyoroti penjualan saham Bank Central Asia yang dinilai tak transparan [baca: KPPU: Proses Penjualan Saham BCA Tidak Transparan ].
Menurut Ketua ICC James Castle, penjualan saham BCA yang tak transparan akan mempengaruhi keinginan investor asing masuk ke Indonesia. Jika proses penjualan saham BCA lancar, transparan, dan tanpa gangguan, hal itu akan berdampak baik bagi iklim investasi Indonesia. Namun, jika proses divestasi BCA berjalan kurang baik maka hal tersebut juga akan menghambat investasi.
Selain penjualan saham BCA, ICC juga mempermasalahkan transparansi pungutan pajak penghasilan. James Castle mengatakan, investor pembayar pajak sering mengeluh karena kerap kelebihan membayar pajak. Anehnya, kelebihan pembayaran pajak juga sulit untuk diperoleh kembali.
Kendati begitu, anggota ICC tetap berkomitmen menanamkan saham dan uangnya di Indonesia. Alasannnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara. ICC terdiri 12 kamar dagang dari berbagai negara yang mewakili sekitar 80 persen investasi di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Presiden Megawati menegaskan bahwa Indonesia terbuka bagi investor asing. Presiden juga berharap setiap investasi yang masuk ke Indonesia dapat berjalan dengan baik serta mendatangkan hasil bagi para investor.(ULF/Olivia Rosalia dan Zakaria)
Menurut Ketua ICC James Castle, penjualan saham BCA yang tak transparan akan mempengaruhi keinginan investor asing masuk ke Indonesia. Jika proses penjualan saham BCA lancar, transparan, dan tanpa gangguan, hal itu akan berdampak baik bagi iklim investasi Indonesia. Namun, jika proses divestasi BCA berjalan kurang baik maka hal tersebut juga akan menghambat investasi.
Selain penjualan saham BCA, ICC juga mempermasalahkan transparansi pungutan pajak penghasilan. James Castle mengatakan, investor pembayar pajak sering mengeluh karena kerap kelebihan membayar pajak. Anehnya, kelebihan pembayaran pajak juga sulit untuk diperoleh kembali.
Kendati begitu, anggota ICC tetap berkomitmen menanamkan saham dan uangnya di Indonesia. Alasannnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara. ICC terdiri 12 kamar dagang dari berbagai negara yang mewakili sekitar 80 persen investasi di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Presiden Megawati menegaskan bahwa Indonesia terbuka bagi investor asing. Presiden juga berharap setiap investasi yang masuk ke Indonesia dapat berjalan dengan baik serta mendatangkan hasil bagi para investor.(ULF/Olivia Rosalia dan Zakaria)