Liverpudlian Desak Pemilik Klub Minggat

Fans Liverpool atau yang punya sebutan Liverpudlian bereaksi keras atas munculnya kabar yang memaksa Rafael Benitez bakal angkat kaki dari Anfield Stadium.

oleh Liputan6Diterbitkan 03 Juni 2010, 16:28 WIB
Liverpool's US co-owner Tom Hicks Jr and George Gillett sit in the directors seats before Liverpool takes on Arsenal in their EL football match at Anfield in Liverpool, on April 21, 2009. AFP PHOTO/ANDREW YATES
Liputan6.com, Liverpool: Fans Liverpool atau yang juga kerap disebut Liverpudlian tidak tinggal diam menyikapi panasnya situasi di Anfield. Mereka mendesak co-owner Tom Hicks dan George Gillett Jr bertanggung jawab karena secara langsung atau tidak langsung telah mendesak Rafael Benitez bakal meninggalkan The Reds.

Perkumpulan suporter Liverpool yang bernama Spirit of Shankly (SoS) menyebutkan dua pebisnis olahraga asal Amerika Serikat tersebut telah menyebabkan posisi Benitez tidak nyaman. Oleh karena itu SoS mendesak agar keduanya segera angkat kaki dari Anfield dengan menjual seluruh saham yang dimiliki.

Rabu (2/6) kemarin berhembus kabar kalau Benitez sepakat meninggalkan Liverpool, klub yang telah ditukanginya selama enam tahun. Sebelum muncul konfirmasi pemecatan, media massa Inggris yakin ihwal itu hanya terbentur isu biaya kompensasi (Baca: Klaim, Liverpool Pecat Benitez).

SoS berpendapat, segala masalah yang terjadi diakibatkan oleh Hicks dan Gillett Jr. “Posisi manajer terus menerus dibuat tidak nyaman oleh masalah keuangan yang disebabkan dua pria itu (Hicks dan Gillett Jr),” kata juru bicara SoS, James McKenna.

Posisi manajer di Liverpool, menimbang sejarah klub yang begitu harum, merupakan posisi prestisius. Tetapi, sejak kedatangan Hicks dan Gillett  Jr, jabatan manajer Liverpool tidak lagi dihormati oleh Dewan Direksi Klub.  “Mereka tidak mengerti tradisi klub ini. Sekarang mereka harus pergi, sebelum kami tidak punya klub lagi, Liverpool pailit,” seru McKenna menandaskan.

Hicks dan Gillett Jr sejatinya mengumumkan Liverpool dalam posisi dijual dua bulan lalu. Oleh sebab itu mereka menunjuk Martin Broughton sebagai Chairman Klub yang baru menggantikan Rick Parry. Pengangkatan Broughton yang mantan Chairman British Airways itu diharapkan bisa mempercepat proses penjualan.

Tapi pada kenyataannya tidak. SoS menganggap ada yang tidak beres mengapa sebuah klub besar seperti Liverpool sulit menemukan pembeli. Fans Liverpool juga mempersiapkan cara lain dengan memboikot pembelian tiket terusan musim, kecuali jika Hicks dan Gillett Jr angkat kaki.

Posisi keuangan Liverpool saat ini berada di angka merah (baca: merugi) dengan saldo minus 237 juta pound (lebih dari Rp 3 triliun). Kerugian yang dicatat hingga pertengahan 2009 merupakan rekor terburuk, sebesar 55 juta pound (Rp 737 miliar). Liverpool juga wajib mencicil utang yang dari bunga per harinya saja mencapai 110 ribu pound (Rp 1,4 miliar).(DIM/The Times)

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya