Liputan6.com, Ambon: Kelangkaan bahan bakar minyak tetap melanda Kota Ambon, Maluku Utara. Akibatnya harga beberapa jenis BBM kian meninggi. Bahkan, sejumlah warga di kawasan Desa Seri, Kecamatan Nusaniwe, mengatakan, harga premium melonjak hingga mencapai Rp 5.000 per liter. Sedangkan, minyak tanah dijual dengan harga Rp 1.000 hingga Rp 1.200 per liter. Harga solar meningkat di kisaran Rp 1.500 hingga Rp 1.750 per liter. Selain mahal, BBM hanya ditemukan pada sejumlah pangkalan tertentu. Demikian hasil pantauan SCTV di beberapa lokasi di Ambon, baru-baru ini.
Beberapa kalangan menilai, kenaikan harga BBM yang cukup tinggi ini diduga dilakukan para agen yang sengaja menimbun. Itu sebagai dampak kinerja buruk Unit Pembekalan dan Pemasaran Dalam Negeri VIII Pertamina cabang Ambon, yang lalai mengawasi pendistribusian BBM. Padahal, kenaikan ini sangat memberatkan masyarakat karena sudah jauh melampaui harga yang ditetapkan. Para penimbun seakan tak peduli ancaman Pertamina yang bakal menjatuhkan sanksi keras berupa pencabutan dan pemutusan izin hubungan kerja [baca: Pertamina Akan Mencabut Izin Agen Nakal].
Menurut pihak UPPDN VIII Pertamina cabang Ambon yang dihubungi via telepon, pasokan BBM dari Pertamina selama ini sebenarnya cukup lancar. Namun, mereka enggan menyebutkan jumlah pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Ambon saat ini. Pertamina pun hanya menyalurkan BBM melalui laut dengan menggunakan kapal jenis Lct. Karena jalur distribusi cukup panjang ini, Pertamina mengaku kesulitan mengontrol harga BBM di tingkat konsumen [baca: Pertamina Kesulitan Mengontrol Harga Minyak di Pengecer].(DEN/Sahlan Heluth)
Beberapa kalangan menilai, kenaikan harga BBM yang cukup tinggi ini diduga dilakukan para agen yang sengaja menimbun. Itu sebagai dampak kinerja buruk Unit Pembekalan dan Pemasaran Dalam Negeri VIII Pertamina cabang Ambon, yang lalai mengawasi pendistribusian BBM. Padahal, kenaikan ini sangat memberatkan masyarakat karena sudah jauh melampaui harga yang ditetapkan. Para penimbun seakan tak peduli ancaman Pertamina yang bakal menjatuhkan sanksi keras berupa pencabutan dan pemutusan izin hubungan kerja [baca: Pertamina Akan Mencabut Izin Agen Nakal].
Menurut pihak UPPDN VIII Pertamina cabang Ambon yang dihubungi via telepon, pasokan BBM dari Pertamina selama ini sebenarnya cukup lancar. Namun, mereka enggan menyebutkan jumlah pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Ambon saat ini. Pertamina pun hanya menyalurkan BBM melalui laut dengan menggunakan kapal jenis Lct. Karena jalur distribusi cukup panjang ini, Pertamina mengaku kesulitan mengontrol harga BBM di tingkat konsumen [baca: Pertamina Kesulitan Mengontrol Harga Minyak di Pengecer].(DEN/Sahlan Heluth)