Pemakaman Panglima GAM Dikawal TNI

Prosesi pemakaman jenazah Panglima GAM Tengku Abdullah Syafei dikawal ketat anggota TNI. Hanya sekitar 30 kerabat dan warga yang hadir. Para petinggi GAM tak hadir.

oleh Liputan6Diterbitkan 25 Januari 2002, 20:59 WIB
Liputan6.com, Pidie: Jenazah Panglima Angkatan Perang Gerakan Aceh Merdeka Tengku Abdullah Syafei dimakamkan di Desa Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (24/1) sekitar pukul 05.00 WIB. Sesuai instruksi Panglima Komando Pelaksana Operasi TNI Brigadir Jenderal TNI Djali Yusuf, pemakaman dikawal ketat prajurit TNI. Itulah sebabnya pemakaman tak dihadiri para petinggi GAM.

Selain Syafei, istrinya Fatimah, dan dua pengawal: Muhamamad Ishak dan Daud Hasyim turut dimakamkan dalam prosesi yang berlangsung selama dua jam tersebut. Menurut sejumlah keluarga Syafei, pemilihan lokasi dan waktu pemakaman sesuai permintaan terakhir Fatimah. Sebelum diberangkatkan ke lokasi pemakaman, jenazah sempat disemayamkan di rumah mertua Syafei, Pute. Hanya sekitar sekitar 30 kerabat dekat dan beberapa warga yang hadir. Sebab sebelumnya, TNI sempat melakukan penyisiran warga di desa itu. Akibatnya, warga takut keluar rumah. Keberadaan TNI di sepanjang jalan menuju Desa Cubo juga menambah kekhawatiran warga.

Tengku Abdullah Syafei tewas dalam kontak senjata dengan TNI di sebuah rumah kosong di kawasan Desa Jiemjiem, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie, Selasa pekan ini [baca: Tengku Abdullah Syafei Dilaporkan Tewas]. Kepastian identitas mayat Syafei terungkap menyusul keterangan kakak kandungnya yang bernama Zakaria Ahmad, yang dijemput TNI dari kawasan Bireun.(MTA/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya