Kotak FDR GA 421 Belum Dikirim

Kotak FDR pesawat Boeing 737-300 milik Garuda yang mendarat darurat di Sungai Bengawan Solo, Klaten, Jateng, belum dikirim ke luar negeri. Komnas Keselamatan Penerbangan yang menentukannya.

oleh Liputan6Diterbitkan 24 Januari 2002, 08:12 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Kotak hitam jenis Flight Data Recorder (FDR) pesawat Boeing 737-300 milik Garuda Airlines --bernomor penerbangan GA 421-- yang mendarat darurat di anak Sungai Bengawan Solo, Klaten, Jawa Tengah, Rabu pekan silam, masih berada di Indonesia. Paling tidak, kotak hitam tersebut diharapkan bakal mengungkap penyebab kecelakaan pesawat nahas itu. Demikian diungkapkan Ketua Komisi Nasional Keselamatan Penerbangan Oetaryo Diran di Jakarta, Rabu (23/1) [baca: Pesawat Garuda Mendarat Darurat di Bengawan Solo].

Kendati demikian, Oetaryo mengakui bahwa penemuan kotak FDR tersebut tak serta merta mampu menjawab pertanyaan mengenai sebab musabab kecelakaan yang menimpa pesawat Garuda itu. Apalagi, analisa mengenai kotak hitam yang merekam keterangan seputar kecepatan mesin pesawat itu belum dapat dilakukan di dalam negeri. Sebab, Indonesia belum memiliki fasilitas tersebut. Sedangkan mengenai kotak FDR tersebut, Oertaryo mengungkapkan bahwa belum diputuskan akan dikirim ke Australia atau Amerika Serikat.

Oetaryo menambahkan, keputusan untuk mengirimkan kotak hitam sepenuhnya berada pada Komite Nasional Keselamatan Penerbangan. Itulah sebabnya, dalam waktu dekat ini, lembaga tersebut akan melangsungkan pertemuan untuk menentukan hal tersebut. Dan sekaligus menuntaskan penyelidikan terhadap kecelakaan pesawat Garuda itu.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya