Warga Datangi Lagi Tambang Nikel Buton

Pascapengrusakan kantor dan mess perusahaan tambang nikel PT Arga Morini Indah kemarin, ratusan warga Kecamatan Talaga Raya, Buton, Sultra pagi ini kembali beraksi.

oleh Liputan6Diterbitkan 18 Mei 2010, 21:46 WIB
Liputan6.com, Buton: Suasana mencekam masih terasa di areal tambang milik PT Arga Morini Indah pascakerusuhan yang terjadi kemarin sore. Selasa (18/5) pagi ini, ratusan warga Talaga Raya, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, kembali datang ke lokasi tambang. Secara serentak, warga memblokade jalan masuk areal tambang dengan batu gunung. Mereka juga menyandera operator alat berat dan berusaha menghentikan aktivitas pengapalan bahan galian tambang.
 
Aparat kepolisian tak bisa berbuat banyak. Aktivitas pertambangan akhirnya lumpuh dan tidak beroperasi hingga perusahaan dipastikan merugi.
 
Ratusan warga Talaga Raya lalu berbondong-bondong datang ke Kantor Camat Talaga Raya. Mereka mengaku kesal dengan pemerintah setempat yang dinilai tidak bisa memfasilitasi kepentingan warga dengan perusahaan yang beroperasi di wilayah mereka. Massa juga menyegel kantor camat sebagai upaya menghentikan aktivitas pemerintahan daerah tersebut.

Sudah berulang kali warga Kelurahan Talaga Raya menuntut pembayaran kompensasi sosial kerusakan tanaman akibat aktivitas penambangan. Kendati demikian, menurut pihak perusahaan PT Arga Morini Indah, kompensasi sosial sudah diberikan pada pihak pemerintah daerah setempat. Kekesalan bertambah tatkala dana disalurkan pemerintah dalam bentuk beras miskin (Raskin) [baca: Warga Buton Tolak Raskin untuk Kompensasi Kerugian].
 
Unjuk rasa warga Talaga Raya kemarin sore berubah anarkis dan rusuh. Warga merusak sejumlah alat berat dan kendaraan perusahaan. Massa juga membakar sebuah gedung mess karyawan PT Arga Morini Indah. Akibatnya belasan warga yang diduga sebagai dalang di balik tindakan anarkis itu ditangkap polisi.(BJK/AIS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya