Pesawat Garuda Boeing 737-300 Rusak Total

Kondisi pesawat Garuda yang mendarat darurat di Sungai Bengawan Solo, Klaten, rusak total dan tak bisa diperbaiki. Kerugian menelan Rp 21 miliar dan akan dibayar perusahaan asuransi PT Jasindo Indonesia.

oleh Liputan6Diterbitkan 19 Januari 2002, 03:11 WIB
Liputan6.com, Klaten: Kondisi pesawat Boeing 737-300 milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia Airlines (GIA) yang mendarat darurat di Sungai Bengawan Solo, Serenan, Klaten, Jawa Tengah, Rabu petang pekan ini, dinyatakan rusak total. Saking parahnya, pesawat dipastikan tak bisa diperbaiki. Hingga kini bangkai pesawat masih berada di tepi sungai dan tengah dievakuasi. Beberapa bagian pesawat yang vital sudah dilepas dan disimpan. Kerugian akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai Rp 21 miliar. Demikian disampaikan anggota Tim Recovery GIA Agus Sudarya, di lokasi musibah, Kamis (17/1) malam.

Menurut Agus, pencopotan beberapa bagian pesawat itu adalah untuk meringankan beban pesawat sehingga tak semakin tenggelam. Apalagi, saat ini, posisi bangkai pesawat dengan nomor penerbangan GA-421 itu telah bergeser sekitar 15 meter dari posisi semula. "Evakuasi ini emergency," kata Agus. Pergeseran itu karena terdorong arus sungai yang lebih deras akibat hujan lebat, kemarin petang. Karena itu, upaya evakuasi pesawat terhambat [baca: Evakuasi Pesawat GA-421 Terhambat Cuaca].

Menurut Agus, tim evakuasi kini memprioritaskan pada pengosongan bahan bakar avtur. Untuk memudahkan pengevakuasian, mereka terpaksa memotong-motong badan pesawat. Proses tersebut diperkirakan tuntas Senin pekan depan, mengingat kesulitan medan dan proses pemotongan beberapa bagian badan pesawat.

Agus menyebutkan, kerusakan pesawat yang sangat parah adalah pada bagian sayap kanan dan bagian belakang yang pecah. Kerusakan itu diperkirakan karena benturan saat pendaratan darurat. Beberapa bagian pesawat yang sudah dicopot adalah mesin, peralatan cockpit, dan tangki bahan bakar. Barang tersebut kini disimpan di Bandar Udara Adi Sutjipto, Yogyakarta.

Sementara, anggota tim peneliti dari perusahaan asuransi PT Jasindo Indonesia Bambang Hertanto mengatakan, GIA telah menyampaikan klaim kerugian yang diperkirakan miliaran rupiah tersebut kepada PT Jasindo. Pihaknya, kata Bambang, berjanji akan membayar kerugian tersebut pekan depan.

GIA sendiri akan memberikan santunan kepada para korban selamat sebesar Rp 50 juta per orang [baca: Kecelakaan Garuda GA-421 Karena Kerusakan Mesin]. Sedangkan untuk korban meninggal dunia, keluarga pramugari Santi Anggraeni, akan diberikan santunan sebesar Rp 750 juta.(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya