Liputan6.com, Bangkok: Kelompok "Kaus Merah" menemukan sebuah alat yang diduga sebagai alat peledak, di dekat markas mereka di Kota Bangkok, Thailand, Senin (26/4) pagi. Para pengunjuk rasa pendukung Mantan PM Thaksin akhirnya memanggil tim penjinak bom dari Kepolisian Thailand, guna memeriksa temuan itu.
Bom ditemukan di sebuah lokasi berjarak 100 meter dari barikade ban dan bambu yang dibuat pengunjuk rasa di sekitar kamp sementara mereka, tepatnya dekat perempatan besar yang menuju ke Kawasan Niaga Kota Bangkok. Sementara tim penjinak bom dari Kepolisian Thailand yang datang mengamankan benda mencurigakan itu, tak memberikan banyak informasi.
Sebelum pada Ahad (25/4), menjelang tengah malam, terjadi sebuah ledakan di dekat rumah seorang pemimpin partai politik yang beraliansi dengan pemerintahan koalisi Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva. Beberapa hari sebelumnya, serangkaian serangan granat juga terjadi di dekat markas sementara kelompok "Kaus Merah" di Bangkok, yang menyebabkan satu orang tewas dan 86 lainnya terluka.
Total, sudah 26 orang tewas dan hampir seribu lainya luka atau cedera, sejak kelompok "Kaus Merah' mulai menduduki pusat komersial Bangkok, satu bulan lalu. Unjuk rasa para pendukung Thaksin ini bertujuan menuntut pembubaran parlemen dan pemilu dini di Thailand. Namun tuntutan itu ditolak PM Abhisit Vejjajiva. Hingga kini, langkah dialog masih buntu, dan belum ada kompromi antara kubu "Kaus Merah" dengan pemerintah, yang membuat "Kaus Merah" bertekad terus menggelar unjuk rasa.(ARL/AYB)
Bom ditemukan di sebuah lokasi berjarak 100 meter dari barikade ban dan bambu yang dibuat pengunjuk rasa di sekitar kamp sementara mereka, tepatnya dekat perempatan besar yang menuju ke Kawasan Niaga Kota Bangkok. Sementara tim penjinak bom dari Kepolisian Thailand yang datang mengamankan benda mencurigakan itu, tak memberikan banyak informasi.
Sebelum pada Ahad (25/4), menjelang tengah malam, terjadi sebuah ledakan di dekat rumah seorang pemimpin partai politik yang beraliansi dengan pemerintahan koalisi Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva. Beberapa hari sebelumnya, serangkaian serangan granat juga terjadi di dekat markas sementara kelompok "Kaus Merah" di Bangkok, yang menyebabkan satu orang tewas dan 86 lainnya terluka.
Total, sudah 26 orang tewas dan hampir seribu lainya luka atau cedera, sejak kelompok "Kaus Merah' mulai menduduki pusat komersial Bangkok, satu bulan lalu. Unjuk rasa para pendukung Thaksin ini bertujuan menuntut pembubaran parlemen dan pemilu dini di Thailand. Namun tuntutan itu ditolak PM Abhisit Vejjajiva. Hingga kini, langkah dialog masih buntu, dan belum ada kompromi antara kubu "Kaus Merah" dengan pemerintah, yang membuat "Kaus Merah" bertekad terus menggelar unjuk rasa.(ARL/AYB)