Liputan6.com, Zurich: Di dekade 1990-an ketika masih diperkuat kiper legendaris Jose Luis Chilavert dan bek tangguh Carlos Gamarra, Paraguay mempunyai reputasi sebagai tim dengan pertahanan paling solid di Amerika Latin. Kini, dengan ketajaman di lini depannya, La Albirroja, julukan Paraguay, pantas disegani lawan-lawannya.
Hal itu diungkapkan bomber andalan Paraguay yang bermain bersama Manchester City, Roque Santa Cruz. Di mata mantan striker Blackburn Rovers itu, tim sekarang saat ini jauh lebih baik dibanding era Chilavert. Karenanya, Santa Cruz sesumbar jika Paraguay “abad 21” bakal sulit untuk dikalahkan lawan-lawannya.
“Paraguay punya reputasi sebagai tim dengan pertahanan tersolid di Amerika Latin. Tetapi sekarang kami juga disegani karena kualitas serangan-serangan kami. Kombinasi ini akan membuat tim-tim lawan sulit untuk mengalahkan kami. Tim saat ini mungkin adalah tim terbaik yang pernah dimiliki oleh Paraguay,” ujar Santa Cruz.
Lebih jauh, Santa Cruz yang sejauh ini telah mencetak 20 gol dari 66 penampilannya bersama timnas, berharap pasukan yang diasuh Gerardo Martino mampu melebihi pencapaian terbaik Paraguay di ajang PD, yaitu melaju ke babak 16 besar seperti yang terjadi di PD 2002. “Kami berharap dapat melebihi pencapaian kami yang hanya mampu menembus 16 besar pada PD 2002 lalu,” tegas Santa Cruz.
Di babak kualifikasi Paraguay mendemosntrasikan kehebatan baru di lini depan mereka dengan mencetak rata-rata lebih dari dua gol dalam enam pertandingan kualifikasi. Diantaranya, yaitu membantai Ekuador 5-1, kemenangan 3-0 melawan Cili di Santiago, dan juga hasil impresif dengan mempecundangi Brazil 2-0, dimana Santa Cruz selalu bermain di setiap pertandingan tersebut. Meski hanya bermain 308 menit di putaran kualifikasi, pemain depan The Citizen itu mengemas tiga gol dengan koefisien yang lebih baik dibanding dua striker Paraguay lainnya, Salvador Cabanas dan Nelson Valdez.
Jika fit, maka tidak diragukan lagi Santa Cruz akan jadi pilihan utama La Albirroja di Afrika Selatan. Tantangan terbesar bagi Santa Cruz saat ini hanyalah untuk memulihkan kondisinya menjelang laga perdana melawan juara bertahan Italia di Cape Town Stadium, Cape Town, 14 Juni 2010. Paraguay dan Italia yang tergabung dalam Grup F akan ditantang dua pendatang baru, Slovakia dan Selandia Baru.
“Kami harus memulai semuanya dengan baik. Pertandingan pertama kami adalah melawan Itali yang menjadi favorit juara grup. Banyak orang menilai kami tampil melempem ketika bertanding melawan tim-tim elite. Padahal kami juga punya kualitas yang cukup baik. Jadi yang kami butuhkan saat ini adalah kekuatan mental untuk menghasilkan performa terbaik, siapapun musuh yang akan kita hadapi,” tandas Santa Cruz.(CHR/FIFA)
Hal itu diungkapkan bomber andalan Paraguay yang bermain bersama Manchester City, Roque Santa Cruz. Di mata mantan striker Blackburn Rovers itu, tim sekarang saat ini jauh lebih baik dibanding era Chilavert. Karenanya, Santa Cruz sesumbar jika Paraguay “abad 21” bakal sulit untuk dikalahkan lawan-lawannya.
“Paraguay punya reputasi sebagai tim dengan pertahanan tersolid di Amerika Latin. Tetapi sekarang kami juga disegani karena kualitas serangan-serangan kami. Kombinasi ini akan membuat tim-tim lawan sulit untuk mengalahkan kami. Tim saat ini mungkin adalah tim terbaik yang pernah dimiliki oleh Paraguay,” ujar Santa Cruz.
Lebih jauh, Santa Cruz yang sejauh ini telah mencetak 20 gol dari 66 penampilannya bersama timnas, berharap pasukan yang diasuh Gerardo Martino mampu melebihi pencapaian terbaik Paraguay di ajang PD, yaitu melaju ke babak 16 besar seperti yang terjadi di PD 2002. “Kami berharap dapat melebihi pencapaian kami yang hanya mampu menembus 16 besar pada PD 2002 lalu,” tegas Santa Cruz.
Di babak kualifikasi Paraguay mendemosntrasikan kehebatan baru di lini depan mereka dengan mencetak rata-rata lebih dari dua gol dalam enam pertandingan kualifikasi. Diantaranya, yaitu membantai Ekuador 5-1, kemenangan 3-0 melawan Cili di Santiago, dan juga hasil impresif dengan mempecundangi Brazil 2-0, dimana Santa Cruz selalu bermain di setiap pertandingan tersebut. Meski hanya bermain 308 menit di putaran kualifikasi, pemain depan The Citizen itu mengemas tiga gol dengan koefisien yang lebih baik dibanding dua striker Paraguay lainnya, Salvador Cabanas dan Nelson Valdez.
Jika fit, maka tidak diragukan lagi Santa Cruz akan jadi pilihan utama La Albirroja di Afrika Selatan. Tantangan terbesar bagi Santa Cruz saat ini hanyalah untuk memulihkan kondisinya menjelang laga perdana melawan juara bertahan Italia di Cape Town Stadium, Cape Town, 14 Juni 2010. Paraguay dan Italia yang tergabung dalam Grup F akan ditantang dua pendatang baru, Slovakia dan Selandia Baru.
“Kami harus memulai semuanya dengan baik. Pertandingan pertama kami adalah melawan Itali yang menjadi favorit juara grup. Banyak orang menilai kami tampil melempem ketika bertanding melawan tim-tim elite. Padahal kami juga punya kualitas yang cukup baik. Jadi yang kami butuhkan saat ini adalah kekuatan mental untuk menghasilkan performa terbaik, siapapun musuh yang akan kita hadapi,” tandas Santa Cruz.(CHR/FIFA)