Liputan6.com, Denpasar: Panglima Daerah Militer IX Udayana Mayor Jenderal TNI Willem da Costa menyatakan, penarikan tiga batalyon nonorganik yang kini bertugas di wilayah perbatasan Timor Lorosae-Indonesia masih menunggu kejelasan dari pihak Timor Timur. Namun, bila berbagai kalangan menilai telah terjadi penumpukan pasukan di perbatasan, batalyon organik segera ditarik kembali ke markasnya. Demikian diungkapkan Pangdam Udayana di Denpasar, Bali, baru-baru ini.
Kendati demikian, da Costa membantah bahwa rencana penarikan pasukan TNI dari wilayah perbatasan tak ada kaitan dengan mundurnya N. Parameswaran --wakil Malaysia di Pemerintahan Transisi Timtim bentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNTAET)-- selaku Kepala Staf UNTAET. Sementara tiga batalyon itu adalah Yon 726 asal Kalimantan, Yon 641, dan Yon 621 asal Sulawesi. Sedangkan penarikannya tergantung situasi di perbatasan pascapenyetopan bantuan kepada pengungsi asal Timtim. Da Costa menambahkan, setelah diputusnya bantuan terhadap pengungsi Timtim, situasi keamanan di Timor Barat relatif aman dan terkendali.(ANS/Yudah Prakoso dan Iwan Gunawan)
Kendati demikian, da Costa membantah bahwa rencana penarikan pasukan TNI dari wilayah perbatasan tak ada kaitan dengan mundurnya N. Parameswaran --wakil Malaysia di Pemerintahan Transisi Timtim bentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNTAET)-- selaku Kepala Staf UNTAET. Sementara tiga batalyon itu adalah Yon 726 asal Kalimantan, Yon 641, dan Yon 621 asal Sulawesi. Sedangkan penarikannya tergantung situasi di perbatasan pascapenyetopan bantuan kepada pengungsi asal Timtim. Da Costa menambahkan, setelah diputusnya bantuan terhadap pengungsi Timtim, situasi keamanan di Timor Barat relatif aman dan terkendali.(ANS/Yudah Prakoso dan Iwan Gunawan)