Dilaporkan Penistaan Agama, Rizieq Shihab Sebut Salah Alamat

video berdurasi 21 detik beredar di media sosial, Habib Rizieq Shihab diduga telah menistakan agama.

oleh Reza Efendi diperbarui 29 Des 2016, 01:03 WIB
Ketua FPI Habib Muhammad Rizieq Shihab memberikan ceramahnya saat Peluncuran Konvensi Gubernur Muslim, Jakarta, Kamis (25/2). Habib Rizieq mengusung calonnya sendiri buat menghadapi Ahok pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Medan - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dilaporkan Pimpinan Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI) ke Polda Metro Jaya. Rizieq dituding telah menistakan agama Kristen.

Menanggapi pelaporan tersebut, Rizieq Shihab menyebut laporan itu salah alamat. Pernyataan ini dilontarkannya dalam konferensi pers menjelang Tabligh Akbar Aksi Bela Islam dan Safari 212 di Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (28/12/2016).

"Saya pikir tiap warga negara boleh-boleh saja melaporkan mana-mana saja yang dianggap melanggar hukum di negeri ini. Menurut saya, sebagai pribadi yang dilaporkan, saya nilai ini laporan salah alamat," kata dia.

Menurut Rizieq Shihab, yang menjadi pokok persoalan terkait laporan itu adalah dogma masing-masing agama. Sebab Islam memiliki doktrin ajaran Tuhan tidak beranak, sementara umat Kristen punya doktrin Trinitas.

"Biarlah umat Kristiani dengan Trinitasnya dan biarlah umat Islam dengan Qul huwallahu ahad-nya," ucap Rizieq.

Dikatakan dia, jika ada orang Islam yang menyampaikan Tuhan tidak beranak dan tidak diperanakkan dilaporkan ke polisi, maka akan jadi kelucuan. Sebab, ucap dia, suatu saat para pendeta akan balik dilaporkan umat Islam, karena mereka menyampaikan dogma Tuhan punya anak.

"Dogma tidak masuk ranah pelaporan dan harus dibiarkan berada di masing-masing agama. Itu ranah privasi umat beragama. Yang tidak boleh itu saling menghina antarumar beragama," sebut Habib Rizieq Shihab.

Rizieq mengingatkan pelapor untuk memberikan rekaman yang utuh kepada polisi, bukan penggalannya. Pihak kepolisian juga dimunta lebih berhati-hati dalam menangani laporan-laporan yang berkaitan tentang penistaan agama.

"Karena kalau salah menangani, bukan penegakan hukum, tapi yang terjadi justru keributan dan gejolak," terang dia.

Sebelumnya Ketua Presidium PP-PMKRI Angelo Wake Kako mengatakan dalam video berdurasi 21 detik beredar di media sosial, Habib Rizieq Shihab diduga telah menistakan agama. Salah satu kalimat yang terdapat dalam video tersebut adalah ketika Rizieq mengatakan "Kalau Tuhan beranak, terus bidannya siapa?," ucapan itu dinilai telah menistakan agama Kristen.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya