Kopling Mulai Aus, Begini Indikasinya

Kopling menentukan akselerasi dari sebuah kendaraan berjalan dengan baik.

oleh Liputan6 diperbarui 20 Des 2016, 06:12 WIB
Kopling aus mobil tidak kencang (foto: carvaganza)

Liputan6.com, Jakarta Kopling menentukan akselerasi dari sebuah kendaraan berjalan dengan baik. Jika kondisi kopling sudah jelek, akibatnya mobil tak bisa berlari. Jangankan untuk ngebut di jalan landai, apalagi untuk menanjak akan membutuhkan effort yang sangat besar.

Ada beberapa hal yang dapat kita perhatikan jika fungsi kopling sudah mengalami penurunan atau rusak. Misalnya ketika rata-rata putaran pada mesin mobil Anda mulai mengalami peningkatan (semakin naik).

Dikutip dari carvaganza, biasanya jika kopling mulai rusak, jarum rpm akan bergerak lebih cepat dibandingkan dengan jarum speedometer. Dalam kasus ini, seharusnya Jarum rpm dengan jarum speedometer akan naik sejajar ketika berakselerasi.

“Gampang, untuk matik konvensional dan manual gejalanya sama. Kita bisa lihat rpm kalau naik tinggi tapi mobil tidak berlari kencang berarti itu sudah mulai habis, jadi mesin cuma teriak saja. Harusnya jeda speedometer jarumnya tidak lama,” ujar Sugihendi, Trainer Nissan College PT Nissan Motor Indonesia.

Normalnya kecepatan putaran sebuah mesin adalah mencapai 60 km per jam pada posisi gigi 3, dan rpm yang bisa dicapainya pun hanya mencapai sekitar 2.000 rpm. Nah, jika kopling sudah mengalami kerusakan, terutama pada bagian plat koplingnya, maka rpm yang dicapainya bisa naik hingga mencapai 3.000 rpm.

Selain itu, gejala lain yang dapat Anda rasakan adalah ketika di jalan tanjakan tercium bau gosong dari kampas kopling yang mulai selip atau mobil tak kuat nanjak. Untuk mobil dengan kopling hidrolik yang menggunakan minyak kopling biasanya pedal kopling terasa lebih tinggi saat lepas pedal kopling dan kopling terasa berat ketika di injak.

Segera periksakan kebengkel resmi atau bengkel langganan Anda jika sudah merasakan gejala tersebut.

(tito)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya