Jalan Penuh Liku-liku Timnas Indonesia di Piala AFF 2016

Timnas Indonesia akan menjalani final kelimanya di Piala AFF.

oleh Ahmad Fawwaz UsmanDiterbitkan 08 Desember 2016, 17:20 WIB
Pemain Timnas Indonesia dan ofisial melakukan selebrasi setelah memastikan tiket lolos ke final Piala AFF 2016, pada Rabu (7/12/2016) malam. (HOANG DINH NAM / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Bicara persiapan menuju Piala AFF 2016, Timnas Indonesia jauh dari kata ideal. Bisa dibilang, Alfred Riedl hanya punya waktu singkat untuk membentuk Timnas Indonesia. Hebatnya, hal itu tak menghalangi Timnas Indonesia untuk menciptakan kejutan.

Awalnya, mungkin tak banyak yang menyangka Timnas Indonesia bakal melaju hingga final Piala AFF 2016. Namun, rasa pesimistis banyak orang dipatahkan dengan kesuksesan Boaz Solossa dan kawan-kawan usai menyingkirkan Vietnam usai menjalani leg kedua semifinal di My Dinh National Stadium, Rabu (7/12/2016) malam.

Kembali ke belakang, sejatinya sepak bola Indonesia baru terlepas dari sanksi FIFA pada pertengahan Mei 2016. Sejak disanksi pada 30 Mei 2015, bukan hanya kompetisi yang berhenti, tapi juga Timnas Indonesia pun ikut vakum dari berbagai agenda.

Dengan keterbatasan waktu, PSSI akhirnya kembali menunjuk Riedl pada 10 Agustus 2016. Alasan mereka PSSi kembali menunjuknya karena Riedl sudah paham dengan kelebihan dan kekuarangan yang dimiliki sebagian besar pemain Indonesia. Setelah itu, Riedl baru menggelar seleksi tahap pertama pada Agustus 2016.

Suasana seleksi tahap pertama Timnas Indonesia menuju Piala AFF 2016. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)


Ruang Gerak Riedl Terbatas

Untuk hal ini, hambatan besar harus diatasi pelatih asal Austria itu. Pasalnya, klub-klub Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo dan PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator sepakat untuk hanya melepas maksimal dua pemain untuk memenuhi panggilan Timnas Indonesia.

Tentu saja, kesepakatan itu membuat ruang gerak Riedl menjadi sangat terbatas. Berulang kali pula pelatih berusia 67 tahun tersebut mengeluhkan kebijakan itu. "Ternyata tak semua klub dan tak semua orang dukung timnas. Ini sangat menyedihkan bagi saya sebagai pelatih. Kami memulai timnas dengan halangan hanya dua pemain setiap klub," ujar Riedl dalam berbagai kesempatan.

Dalam kondisi itu, Riedl tetap mampu membentuk tim yang diidam-idamkan. Sialnya, hambatan kembali harus dihadapi Riedl. Jelang keberangkatan ke Filipina, tuan rumah Piala AFF 2016, Riedl terpaksa mencoret Irfan Bachdim yang didera cedera.

Kehilangan pemain sekaliber Irfan tentu sangat menyakitkan. Padahal, Irfan mampu menunjukkan kontribusi besar dalam tiga dari empat laga uji coba yang dijalani Timnas Indonesia. Sialnya lagi, Riedl juga tak mendapatkan persetujuan dari Persipura Jayapura saat memilih Ferinando Pahabol sebagai pengganti Irfan. Pada akhirnya, Riedl pun terpaksa memanggil Muchlis Hadi.

Lanjut Baca:

Dengan segala keterbatasan itu, Timnas Indonesia tetap berjuang maksimal meski harus bersaing dengan Thailand, tuan rumah Filipina, dan Singapura di Grup A. Hasilnya pun bisa ditebak. Meski lolos, perjuangan berat harus dilewati Timnas Indonesia.Di laga perdana, tim Merah Putih dipaksa Thailand menyerah 2-4. Dalam laga yang digulir di Philippine Sports Stadium itu, Timnas Indonesia sempat menyamakan skor menjadi 2-2. Selanjutnya, Timnas Indonesia harus meladeni tantangan tuan rumah. Lagi-lagi Timnas Indonesia harus tersandung meski sempat unggul dua kali. Skor 2-2 menghiasi laga tersebut. Di laga pamungkas, Timnas Indonesia nyaris terpaksa angkat koper. Itu karena Singapura sempat unggul 1-0 hingga menit ke-60-an. Untungnya, Timnas Indonesia bisa membalikkan keadaan lewat gol Andik Vermansyah dan Stefano Lilipaly. Kemenangan itu yang membuat Timnas Indonesia menyegel tiket semifinal sebagai runner-up Grup A.Lolos dari kandang ulang, Timnas Indonesia seperti masuk kandang singa. Pasalnya, mereka harus menghadapi Vietnam, tim yang sedang mengalami perkembangan pesat di semifinal. Ibarat seorang tentara, Timnas Indonesia pun harus berjuang hingga tetes darah terakhir menghadapi determinasi Vietnam asuhan Nguyen Huu Thang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya