Luapan Bengawan Solo di Bojonegoro Bikin Petani Rugi Rp 7,4 M

Namun, warga Bojonegoro korban banjir Bengawan Solo kebanyakan enggan mengungsi.

oleh Liputan6 diperbarui 03 Des 2016, 12:03 WIB
(PMI Bojonegoro) Kondisi banjir di Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro akibat luapan Bengawan Solo

Liputan6.com, Bojonegoro - Luapan Bengawan Solo merendam lahan padi seluas 1.764 hektare di Bojonegoro dengan usia berkisar 20-50 hari. Akibatnya, kerugian yang diderita petani diperkirakan mencapai 7,4 miliar lebih.

Banjir juga merendam tanaman palawija dan taman pertanian lainnya, termasuk prasarana dan sarana umum.

Selain itu, data dari Kecamatan Baureno menyebutkan genangan banjir di wilayah setempat dengan ketinggian berkisar 0,5-1,5 meter juga merendam 2.582 rumah dan jalanan desa sepanjang 11 kilometer.

"Ada sembilan SD yang terendam air banjir sehingga siswanya terpaksa diliburkan," kata Camat Baureno, Bojonegoro, Jawa Timur, Wardoyo, dilansir Antara, Sabtu (3/12/2016).

Meski begitu, Wardoyo menyatakan warga yang bermukim di 14 desa di kecamatannya menolak mengungsi. Padahal, ketinggian air luapan Bengawan Solo masih tinggi.

"Kalau saja ada yang rumahnya kebanjiran cukup dalam ya mengungsi di tetangganya," kata Wardoyo.

Meski demikian, menurut dia, tim penanggulangan bencana kecamatan membangun dua tenda pengungsian di Desa Kalisari dan Karangdayu, untuk mengantisipasi kemungkinan ada warga korban banjir yang mengungsi.

"Di posko di dua desa itu juga dibuka dapur umum untuk melayani korban banjir yang tidak mengungsi. Caranya makanan didistribusikan dengan perahu ke rumah-rumah warga," tutur dia.

Kondisi yang sama juga terjadi di Kecamatan Kanor. Menurut Camat Kanor Biyono, genangan banjir luapan Bengawan Solo di wilayahnya telah merendam 1.985 rumah yang tersebar di 12 desa. Namun, tidak banyak warga yang mengungsi.

"Hanya ada sekitar 40 warga yang mengungsi ke tenda pengungsian," ucap dia.

Sesuai data, banjir luapan Bengawan Solo merendam areal tanaman padi seluas 1.703 hektare dan kabupaten, juga jalan desa sekitar 24 kilomter. "Banjir juga merusak tanggul Kali Mekuris di Kecamatan Kanor sepanjang 1 kilometer," ucap dia menambahkan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Andik Sudjarwo, sebelumnya, menyatakan kewaspadaan tetap dilakukan, meskipun ada kecenderungan ketinggian air Bengawan Solo di daerahnya terus menurun.

Ketinggian air Bengawan Solo, lanjut dia, di Ndungus, Ngawi, sudah turun drastis, termasuk di Bojonegoro sekarang ini turun menjadi 14,02 meter (siaga kuning), Sabtu pukul 07.00 WIB.

"Air Bengawan Solo di hilir akan terus turun sepanjang tidak ada tambahan air hujan," kata Andik.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya