5 Momen Mengharukan Sepak Bola 10 Tahun Terakhir

Perpisahan Gerrard, Casillas, dan Xavi menjadi salah satu momen yang tak terlupakan.

oleh Ahmad Fawwaz UsmanDiterbitkan 30 November 2016, 14:30 WIB

Liputan6.com, Jakarta Perpisahan dengan klub yang sudah lama dibela menjadi momen emosional yang pernah dilewati beberapa pesepak bola. Pemain sekaliber Steven Gerrard pun pernah merasakan situasi itu, ketika berpisah dengan Liverpool.

Baca Juga

  • Pertahanan Rapuh, Timnas Butuh Waktu Adaptasi
  • Ini yang Jadi Fokus Timnas Indonesia Jelang Lawan Vietnam
  • Tak Kunjung Bangkit, Pogba: MU Dikutuk

Drama perpisahan Gerrard dan Liverpool terjadi di musim panas 2015. Kala itu, Gerrard terpaksa meninggalkan The Reds karena kontraknya tak diperpanjang. Dengan berat hati, Gerrard harus meninggalkan klub yang sudah dibelanya sejak 1988.

Perpisahan kedua pihak pun berjalan mengharukan. Para pemain membentuk barisan kehormatan (guard of honour) untuk menyambut Gerrard jelang laga melawan Crystal Palace di Anfield, 16 Mei 2015. Uniknya, semua pemain Liverpool saat itu mengenakan kostum dengan nama Gerrard.

"Sangat emosional. Suatu pelepasan yang sulit dipercaya. Melihat kembali 17 tahun terakhir, saya sangat bangga dan saya tak akan melupakan momen hari ini. Ini hari yang akan selalu saya rindukan," kata Gerrard saat itu.

Selain perpisahan Gerrard, ada banyak momen mengharukan sepak bola yang sudah terjadi dalam 10 tahun terakhir. Seperti dilansir Sokkaa, berikut adalah lima momen mengharukan yang paling populer.


5. Perpisahan Xavi dan Barcelona

5. Perpisahan Xavi dan Barcelona

Perpisahan Xavi Hernandez mungkin menjadi momen yang tak mungkin dilupakan fans Barca. Setelah kontraknya tak diperpanjang di akhir musim 2014/2015, Xavi dan Barca pun harus berpisah.

Gelandang Barcelona, Xavi Hernandez menangis saat acara perpisahan dirinya di Auditori 1899 di stadion Nou Camp, Spanyol, (3/6/2015). Xavi akan bermain dengan klub asal Qatari Al-Sadd dengan dua tahun kontrak. (REUTERS/Gustau Nacarino)


Pemain kelahiran 25 Januari 1980 itu mendapat kesempatan untuk menyampaikan pidato perpisahannya di Camp Nou jelang laga menjamu Deportivo La Coruna, 23 Mei 2015. Sebelum laga dimulai, penonton lebih dulu mendengarkan pidato Xavi.

"Saya mencoba untuk mengendalikan emosi saya, tapi pada akhirnya itu tidak mungkin. Saya akan merindukan segalanya tentang Barca. Saya akan merindukan Barca lebih dari Barca merindukan saya," penggalan pidato Xavi saat itu.

Xavi memang menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Barca. Tampil dalam 767 pertandingan, ia memenangkan delapan gelar Liga Spanyol, empat Copa del Rey, enam Piala Super Spanyol, empat Liga Champions, dua Piala Super Eropa, dan dua Piala Dunia Antarklub.

Lanjut Baca:

4. Perpisahan Casillas dan MadridTak hanya dalam sebuah pertandingan, momen mengharukan terkadang juga terjadi dalam sebuah konferensi pers. Hal itu yang diperlihatkan Iker Casillas saat mengumumkan kepergiannya dari Real Madrid pada musim panas 2015. "Saya datang ke stadion megah ini untuk mengucapkan selamat tinggal kepada kalian semua, khususnya untuk para suporter Madrid. Sabtu nanti, saya tak lagi menjadi pemain Madrid. Sekarang saya akan menjadi pemain Porto," ucap Casillas saat itu."Terima kasih kepada fans Madrid atas dukungan mereka, membantu saya mengangkat setiap gelar, setiap kemenangan, dan karena selalu bersama saya di saat baik maupun buruk," kata Casillas.Perpisahan dengan Madrid memang menjadi keputusan yang sulit diambil Casillas. Pasalnya, ia sudah menjadi bagian Madrid sejak 1990. Total, 18 gelar bergengsi diraih Casillas bersama Madrid.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya