Mesin deteksi full body terbaru saat digunakan di Bandara Cologne-Bonn Konrad Adenaue, Jerman (15/11). Alat deteksi yang diberi nama 'Easy Security' ini menggunakan scanner keamanan QPS200 berbasis gelombang milimeter. (REUTERS/Wolfgang Rattay)
Penumpang melewati Mesin detektor full body terbaru di Bandara Cologne-Bonn Konrad Adenaue, Jerman (15/11). Mesin ini akan secara otomatis mendeteksi benda-benda yang berpotensi bahaya. (REUTERS/Wolfgang Rattay)
Petugas mengawasi calon penumpang yang hendak melewati Mesin deteksi full body terbaru Bandara Cologne-Bonn Konrad Adenaue, Jerman (15/11). Mesin ini akan secara otomatis mendeteksi benda-benda yang berpotensi bahaya. (REUTERS/Wolfgang Rattay)
Petugas menunjukkan hasil deteksi di Bandara Cologne-Bonn Konrad Adenaue, Jerman (15/11). Alat deteksi yang diberi nama 'Easy Security' ini menggunakan scanner keamanan QPS200 berbasis gelombang milimeter. (REUTERS/Wolfgang Rattay)
Mesin deteksi full body terbaru saat digunakan di Bandara Cologne-Bonn Konrad Adenaue, Jerman (15/11). Alat deteksi yang diberi nama 'Easy Security' ini menggunakan scanner keamanan QPS200 berbasis gelombang milimeter. (REUTERS/Wolfgang Rattay)
Petugas saat memasukkan tas penumpang ke mesin deteksi di Bandara Cologne-Bonn Konrad Adenaue, Jerman (15/11). Mesin ini akan secara otomatis mendeteksi benda-benda yang berpotensi bahaya. (REUTERS/Wolfgang Rattay)
Mesin deteksi full body terbaru saat digunakan di Bandara Cologne-Bonn Konrad Adenaue, Jerman (15/11). Alat deteksi yang diberi nama 'Easy Security' ini menggunakan scanner keamanan QPS200 berbasis gelombang milimeter. (REUTERS/Wolfgang Rattay)