Liputan6.com, Bangkalan: Jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Selasa (16/2), meningkat tajam. Saking banyaknya ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Bangkalan tak cukup lagi menampung pasien DBD. Sejak awal Februari terdapat lebih 100 pasien DBD. Sebagian besar adalah anak-anak dan bayi di bawah lima tahun. Para pasien pun dirujuk ke luar Bangkalan.
Tak jauh beda dengan di Kota Malang, Jatim. Jumlah pasien DBD di Rumah Sakit Panti Waluyo Malang, sejak Januari hingga pertengahan Februari tercatat ada 195 orang.
Parahnya lagi terjadi di Magetan, Jatim. Tiga warga meninggal akibat penyakit yang ditularkan nyamuk aedes aegypty ini. Dan hampir setiap hari pasien baru dirawat di RS dokter Sayidiman. Ada pula bahkan pasien dirawat di lorong-lorong rumah sakit karena terbatasnya ruangan.
Lonjakan jumlah penderita DBD juga terjadi di Riau. Terbukti sebanyak 15 pasien dirawat intensif di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Seorang pasien bayi berusia tujuh bulan dirujuk di rumah sakit ini setelah sempat dirawat di sebuah pusat kesehatan masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu.
Dibandingkan Februari setahun silam, jumlah pasien DBD tahun ini tercatat menurun. Namun sebaran daerah asal pasien meluas. Mereka berasal dari sembilan dari 13 kabupaten dan kota di Riau. Diduga ini akibat kondisi sebagian daerah di Riau yang berawa-rawa. Meski jumlah penderita bertambah, Dinas Kesehatan Riau belum memiliki data pasti tentang kawasan endemik DBD dan jumlah penderita.(AIS)
Tak jauh beda dengan di Kota Malang, Jatim. Jumlah pasien DBD di Rumah Sakit Panti Waluyo Malang, sejak Januari hingga pertengahan Februari tercatat ada 195 orang.
Parahnya lagi terjadi di Magetan, Jatim. Tiga warga meninggal akibat penyakit yang ditularkan nyamuk aedes aegypty ini. Dan hampir setiap hari pasien baru dirawat di RS dokter Sayidiman. Ada pula bahkan pasien dirawat di lorong-lorong rumah sakit karena terbatasnya ruangan.
Lonjakan jumlah penderita DBD juga terjadi di Riau. Terbukti sebanyak 15 pasien dirawat intensif di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Seorang pasien bayi berusia tujuh bulan dirujuk di rumah sakit ini setelah sempat dirawat di sebuah pusat kesehatan masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu.
Dibandingkan Februari setahun silam, jumlah pasien DBD tahun ini tercatat menurun. Namun sebaran daerah asal pasien meluas. Mereka berasal dari sembilan dari 13 kabupaten dan kota di Riau. Diduga ini akibat kondisi sebagian daerah di Riau yang berawa-rawa. Meski jumlah penderita bertambah, Dinas Kesehatan Riau belum memiliki data pasti tentang kawasan endemik DBD dan jumlah penderita.(AIS)