Liputan6.com, Manchester - Juan Mata kembali menjadi pahlawan Manchester United saat menjamu rival sekota, Manchester City di Old Trafford, Kamis dinihari WIB (27/10/2016). Gol tunggal playmaker asal Spanyol tersebut membawa Setan Merah menang 1-0 sekaligus menyingkirkan The Citizens pada babak 16 besar Piala Liga Inggris.
Mata tak hanya membawa MU melangkah lebih jauh pada turnamen ini. Gol tunggalnya juga sekaligus 'melapangkan napas' sang pelatih Jose Mourinho--pelatih yang menggantung nasib Mata di skuat MU. The Special One jadi bulan-bulanan pers Inggris setelah MU dipermalukan Chelsea 0-4 di Stamford Bridge.
Advertisement
Hubungan Mata dan Mourinho sendiri terbilang aneh. Sebab dia merupakan salah satu pemain yang dibuang dari Chelsea saat masih ditangani Mourinho. Mata lalu bergabung dengan MU 24 Januari 2014. Saat itu, Mourinho mendepak Mata dari Stamford Bridge karena sudah memiliki Eden Hazard dan Oscar.
"Apabila seorang pemain mewah adalah pemain yang mencetak gol dan memberi assist dan menghasilkan statistik yang bagus, maka saya bangga menjadi pemain yang mewah. Secara pribadi tentu saya ingin pemain seperti itu di dalam tim saya," ujar Juan Mata setelah didepak dari Chelsea.
Bersama Setan Merah, Mata menjadi bintang baru di Old Trafford Stadium. Ketika MU masih ditangani David Moyes dan Louis van Gaal, Mata selalu menjadi pilihan utama.
Namun bak roda pedati, nasib Mata kembali berputar saat Mourinho tiba di Old Trafford. Pelatih asal Portugal tersebut ditunjuk menangani Setan Merah menggantikan posisi Louis Van Gaal. Kehadiran Mou langsung memunculkan rumor bahwa eks pemain Valencia tersebut bakal didepak untuk kali kedua.
Sanjakala Mata bersama MU semakin terasa saat pada ajang Community Shield melawan Leicester City, Mata yang tampil sebagai pemain pengganti harus duduk lagi di bangku cadangan, lima menit sebelum pertandingan berakhir. Apalagi Mourinho usai laga membuat pernyataan yang mengejutkan soal Mata.