Liputan6.com,Manchester - Manchester United ditakdirkan untuk kembali jumpa Manchester City pada laga 16 besar Piala Liga Inggris, Kamis (27/10/2016). Ini menjadi laga kedua dua kota asal Manchester ini bentrok musim ini.
Sebelumnya, City mempermalukan MU 2-1 di Old Trafford. Lalu apakah hal yang sama bakal terulang kembali?
Yang pasti, kedua tim sedang dalam tren penampilan yang buruk. MU baru saja dipermak Chelsea 0-4 di Liga Inggris. Sementara, City belum pernah menang di lima laga terakhir.
Di luar itu, tensi pertandingan kedua tim juga diramaikan oleh perpindahan pemain. Musim ini, memang tak ada pemain MU atau City yang saling berpindah klub. Namun dulu, ini pernah terjadi.
Siapa saja pemain yang pernah membela MU dan City sehingga dicap pengkhianat? Berikut rinciannya seperti dilansir sportskeeda:
Advertisement
1. Carlos Tevez
1. Carlos Tevez
Carlos Tevez mulai mengenal sepak bola Inggris saat bergabung dengan West Ham. Bakatnya yang istimewa membuat dia direkrut Manchester United pada 2007.
Kehadirannya di MU tidaklah mudah, karena Tevez sempat bersengketa dengan West Ham. Tevez memulai debut pada 15 Agustus 2007 menggantikan Wayne Rooney yang cedera.
Sejak itu, Tevez pun menjelma menjadi striker yang menakutkan. Apalagi ketika dia tampil bersama Rooney dan Cristiano Ronaldo. Bersama MU, dia mendapatkan banyak gelar termasuk Liga Champions, dua gelar Liga Inggris, Piala Liga, Community Shield dan Piala Dunia Klub.
Namun, Tevez menjadi musuh fans Setan Merah ketika tiba-tiba putuskan hijrah ke City pada 2009. Ini terjadi setelah Tevez tak sepakat dengan kontraknya anyarnya di MU.
Perilaku Tevez di City pun kontroversial. Salah satunya saat mengusung spanduk RIP Fergie saat perayaan gelar juara Mancity pada 2011 lalu.
2. Peter Schmeichel
2. Peter Schmeichel
Kiper asal Denmark ini tak perlu diragukan lagi kehebatannya. Bergabung dengan Manchester United sejak 1991, Peter Schmeichel menjelma menjadi kiper yang menakutkan buat lawan-lawan.
Dia terkenal sangat pandai menjaga gawang, ditunjang dengan postur tingginya yang ideal. Tak aneh jika dia pun terpilih menjadi kiper terbaik di dunia pada 1992 dan 1993.
Pada musim kedua dengan MU, Schmeichel lakukan aksi fenomenal, yaitu catatan 22 kali clean sheets. Dia juga terkenal pandai memanfaatkan bola-bola mati apalagi saat tertinggal. Bersama MU, ayah kiper Leicester City Casper Schmeichel ini meraih banyak gelar.
Sayang, setelah berpetualang ke Sporting Lisbon dan Aston Villa, Schmeichel malah gabung Mancity. Namun Schmeichel yang gabung pada 2002 hanya semusim saja di Manchester Biru.