Liputan6.com, Sigi: Wabah diare menyerang warga Kecamatan Paloloh, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari Puskesmas Paloloh, hingga Kamis (11/2), sekitar 50 warga terserang diare. Dari jumlah itu, tujuh warga Desa Petimbe dan Desa Bunga meninggal. Umumnya korban meninggal sebelum sempat mendapat pertologan medis.
Lokasi desa yang terpencil dan kondisi jalan yang buruk mempersulit warga membawa pasien diare ke puskesmas terdekat. Karena jumlah penderita diare makin meningkat, Dinas Kesehatan Sigi menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) di Kecamatan Palolo.
Wabah diare mulai menyerang warga Desa Patimbe sejak 4 Februari lalu. Tiga orang dalam satu keluarga terkena penyakit itu. Dalam waktu singkat penyakit ini menyebar dan menjangkiti puluhan warga lainnya.
Dinas Kesehatan setempat belum bisa menentukan penyebab berjangkitnya wabah diare di daerah ini. Namun dugaan sementara akibat pencemaran air. Rata-rata warga mengkonsumsi air Sungai Moto yang ditampung di beberapa bak penampungan sebelum didistribusikan ke rumah warga. Warga lainnya mengkonsumsi air dari sumur.(IAN)
Lokasi desa yang terpencil dan kondisi jalan yang buruk mempersulit warga membawa pasien diare ke puskesmas terdekat. Karena jumlah penderita diare makin meningkat, Dinas Kesehatan Sigi menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) di Kecamatan Palolo.
Wabah diare mulai menyerang warga Desa Patimbe sejak 4 Februari lalu. Tiga orang dalam satu keluarga terkena penyakit itu. Dalam waktu singkat penyakit ini menyebar dan menjangkiti puluhan warga lainnya.
Dinas Kesehatan setempat belum bisa menentukan penyebab berjangkitnya wabah diare di daerah ini. Namun dugaan sementara akibat pencemaran air. Rata-rata warga mengkonsumsi air Sungai Moto yang ditampung di beberapa bak penampungan sebelum didistribusikan ke rumah warga. Warga lainnya mengkonsumsi air dari sumur.(IAN)