Gambaran Lini Depan Timnas Indonesia di Piala AFF 2016

Timnas Indonesia tampaknya sudah mulai menemukan formasi yang pas untuk mengarungi Piala AFF 2016,

oleh Liputan6 diperbarui 21 Okt 2016, 07:10 WIB
Timnas Indonesia, Boaz Sollosa dan Andik Vermansyah merayakan gol yang dilesakkan Boaz ke gawang Malaysia saat laga ujicoba di Stadion Manahan Solo, Selasa (6/9). Indonesia menang dengan skor telak 3-0. (Liputan6.com/Boy Harjanto)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia tampaknya sudah mulai menemukan formasi yang pas untuk mengarungi Piala AFF 2016, November mendatang. Sang juru taktik, Alfred Riedl, juga sudah mulai puas melihat performa lini depan Boaz Solossa dan kawan-kawan.

Skuat Garuda memang terus menggenjot persiapan jelang event akbar sepak bola di ASEAN itu. Beberapa kali, Riedl memanggil pemain untuk melakoni uji coba dan pemusatan latihan.

Tercatat, sejak seleksi awal Agustus lalu, pelatih asal Austria ini sudah empat kali memanggil pemain. Pertama saat menjamu Malaysia, kemudian pemusatan latihan di Solo, kontra Vietnam, dan kini TC di Sleman.

Kalau ditelisik lebih jauh, sudah mulai tergambar apa yang diinginkan oleh Riedl. Melihat dari daftar yang dipanggil, dia sepertinya sudah klop dengan lini depannya, yang diisi Boaz Solossa, Irfan Bachdim, Lerby Eliandry, plus nama baru, Ferdinand Sinaga.

Riedl sendiri mematok formasi 4-4-2, meski tiap laga posisi pemain lebih fleksibel. Namun, dia tampaknya sudah mulai menekan dua duet maut sebagai juru gedor.

Mereka adalah Boaz Solossa dan Irfan Bachdim. Hal ini terlihat dalam dua laga uji coba timnas melawan Malaysia dan Vietnam. Keduanya selalu jadi pilihan pertama alias starter.

Irfan Bachdim mencoba menguasai bola saat laga uji coba Indonesia vs Malaysia di Stadion Manahan Solo, Selasa (6/9). Bachdim ikut menyumbang satu gol saat Indonesia menaklukan Malaysia dengan skor akhir 3-0. (Liputan6.com/ Boy Harjanto)

Hasilnya cukup baik, total keduanya masing-masing sudah menciptakan dua gol dalam dua pertandingan saja. Pasangan ini bisa dibilang saling melengkapi, Boaz dengan kecepatan dan kedewasaannya, sedang Bachdim bertipikial build-up.

Hal ini terlihat sat melawan Malaysia. Dia acap menjemput bola sampai ke lini kedua. Hal ini terlihat dari statistik Labbola yang mencatat kalau Bachdim sukses melakukan enam tekel dengan lima di antaranya berhasil dan memenangkan penguasaan bola.

Determinasinya yang tinggi memudahkan Boaz Solossa untuk menuntaskan serangan dengan kecepatannya. Apalagi keduanya didukung oleh pemain-pemain kaya kreativitas, dari Evan Dimas, Andik Vermasah, hingga Zulham Zamrun di lini kedua.
Tiga bintang Timnas Indonesia, Irfan Bachdim, Boaz Solossa, Andik Vermansah rayakan gol (Foto: Twitter @pssi_fai)

Riedl sendiri sebenarnya sudah melakukan simulasi dalam gaya penyerangannya. Dia sudah mencari-cari plan b bila kedua pemain ini mentok. Maka itu, dia memanggil Lerby Eliandry yang bertipikal goal getter, dan Ferdinand Sinaga yang punya naluri tinggi.

Dalam Timnas Indonesia Keduanya berpotensi jadi kartu as bagi Riedl. Hal ini terlihat kala mereka kerap dicoba pada babak kedua. Belum maksimal memang, tetapi Riedl tentu akan terus mengoptimalkannya.

(Indra Eka Setiawan)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya