Liputan6.com, Jakarta Kiper Achmad Kurniawan, atau lebih dikenal A.K, tentu tidak asing lagi di telinga publik sepak bola Indonesia. Kini, dia bisa dibilang pahlawan Arema Cronus. Jarang terekspose, sekarang dia malah sering melakukan hal krusial bersama Singo Edan.
AK belakangan memang muncul sebagai penjaga gawang tangguh Singo Edan. Dia jadi pilihan ketiga setelah adiknya, Kurnia Meiga, dan I Made Wardhana. Meski jadi pilihan terakhir, kiper berpostur 175 cm ini malah berhasil tampil menawan.
Turun pertama kali di bawah mistar musim ini melawan Persiba Balikpapan, dia sukses mencatatkan clean-sheet. Bahkan, dalam lima pertandingan, AK berhasil tak kebobolan tiga pertandingan.
Kala melawan Persija Jakarta, kiper kelahiran 18 Oktober 2016 ini juga jadi penampilan terbaiknya. Meski kebobolan satu gol, kiper asli Jakarta ini melakukan setidaknya tiga penyelamatan krusial.
Ini semakin mengukuhkannya sebagai kiper hebat. Dia kerap jadi pahlawan meski keberadaannya kadang tak dihiraukan.
Advertisement
Perjalanan Karier
Kiper kelahiran 31 Oktober 1979 ini mengawali karier sepak bolanya di Persita Tangerang Junior selama tahun 2001-2006. Setelah bermain untuk Persita Tangerang selama 6 tahun, kiper yang identik dengan nomor 31 ini pun memutuskan untuk hijrah ke Arema Malang (saat itu).
Bersama Kurnia Sandy, Achmad Kurniawan, membawa Arema Malang saat itu Juara Copa Indonesia tahun 2006. Debut AK di Arema langsung menuai pujian dari banyak pihak, tak terkecuali Ivan Kolev yang tahun 2007 membesut Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2007.
Dia dipanggil ke persiapan Timnas Indonesia menuju Piala Asia. Namun, sayang saat itu dia kalah mentereng dibanding pesaingnya Markus Haris Maulana, Ferry Rotinsulu dan Jendry Pitoy.
AK memutuskan hengkang ke Persik Kediri setelah membawa Singo Edan juara Copa Indonesia kala itu. Namun justru penampilan AK mengalami penurunan performa.
Sadar permainannya di Persik menurun, dia memutuskan untuk membela Semen Padang pada musim kompetisi 2009-2010. Bersama Semen Padang kakak kandung Kurnia Meiga ini kembali menemukan performa terbaiknya meskipun tidak sebaik saat membela Arema beberapa waktu silam.