Gunakan Botol Sebagai Sex Toy, Pria 50 Tahun Kehilangan Penis

Seorang pria harus diamputasi penisnya setelah menggunakan botol sebagai sex toy.

oleh Dyah Puspita Wisnuwardani diperbarui 17 Okt 2016, 06:00 WIB
Pria 50 tahun menggunakan botol plastik sebagai alat bantu seks dan malu untuk mencari pertolongan ketika penisnya tersangkut.

Liputan6.com, Jakarta Seorang pria harus diamputasi penisnya setelah menggunakan botol sebagai sex toy. Pasalnya, penis pria tersebut tersangkut di dalam botol selama empat hari.

Menurut dokter bedah yang mengoperasinya, pria 50 tahun itu menggunakan botol plastik sebagai alat bantu seks dan malu untuk mencari pertolongan ketika penisnya tersangkut. Empat hari kemudian pria tersebut mengalami nekrosis. Penisnya menghitam dan membusuk. Tak ada pilihan baginya selain pergi ke rumah sakit.

Dr Dennis Chirinos terpaksa mengganti letak saluran kencing pria tersebut agar tetap dapat berkemih. Namun dipastikan pria tersebut tak akan bisa berhubungan seks lagi karena telah kehilangan organ intim.

Dr Chirinos memperingatkan bahwa nekrosis terjadi setelah empat jam. "Ini adalah kasus yang aneh. Sebelumnya memang pernah terjadi, tapi tetap saja aneh. Pasien kami berusia 50 tahun, tak memiliki istri atau kekasih dan ingin melepaskan hasrat seksualnya. Jadi dia memasukkan penis ke botol dan ini mengakibatkan kematian (saraf) dan nekrosis pada penis," terangnya.

"Ketika dia tiba (di rumah sakit) empat hari kemudian, kami harus mengamputasi seluruh penisnya karena sudah membusuk. Bila Anda memasukkan penis ke botol, ini akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah penis dan dalam empat jam Anda bisa kehilangan penis," lanjut Dr Chirinos, dilansir dari laman Metro, Senin (17/10/2016).

Dr Chirinos juga mengingatkan para pria untuk tetap menjaga kebersihan area organ intim untuk mencegah infeksi atau penyakit yang bisa berkembang menjadi kanker. Dia juga menyarankan para pria untuk membersihkan penis tiga kali sehari dan setelah berhubungan intim untuk mengurangi risiko kesehatan yang tak diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya