Liputan6.com, Banjarmasin - Persipura Jayapura siap meluapkan amarah di kandang Barito Putera dalam laga pekan ke-23 Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo, Kamis (13/10). Maklum saja, pada pekan ke-22, Mutiara Hitam - julukan Persipura, harus mengakui keunggulan saudara mudanya, Perseru Serui. Di Stadion Marora, mereka kalah dengan skor 0-2.
Akibat nirpoin tersebut, upaya Mutiara Hitam merangsek ke atas tersendat. Di satu sisi, Madura United justru meraih kemenangan sehingga makin kokoh di puncak klasemen.
Satu-satunya jalan bagi persipura agar tetap menjaga kans meraih juara adalah meraih kemenangan lagi. Itu dimulai di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, kandang Laskar Antasari - julukan Barito. Dalam laga ini, Persipura sudah bisa memainkan sejumlah pemain yang absen saat kalah dari Perseru. Boaz Solossa dan Dominggus Fakdawer bisa dimainkan setelah absen lantaran membela timnas Indonesia. Kemudian Nelson Alam kembali bisa tampil setelah menjalani skorsing satu laga akibat akumulasi kartu kuning.
Kehadiran Boaz jelas dinanti oleh pelatih Angel Alfredo Vera. Maklum saja, sebagai kapten sekaligus sumber gol, Boaz memiliki pengaruh yang luar biasa. Meski tak mencetak gol, dia bisa menjadi kreator untuk menciptakan peluang bagi pemain-pemain lain.
Selain itu, Boaz memiliki memori apik pada pertemuan pertama. Dia mencetak brace dan membawa Mutiara Hitam meraih kemenangan dengan skor 5-4 di Mandala. Dua gol lain dicetak Ferinando Pahabol dan satu gol oleh Yustinus Pae.
Alfredo vera yang akhirnya merasakan kekalahan pertama tentunya berharap membawa Persipura kembali ditakuti dalam laga tandang. Saat ini mereka telah meraih 5 kemenangan dalam laga away dan hanya kalah dari Bhayangkara FC yang meraih 6 kemenangan di laga tandang.
Mutiara Hitam juga diuntungkan dengan kondiri Barito yang tak kondusif. Mereka tak pernah menang dalam 6 laga terakhir dengan perincian 5 kali kalah dan sekali imbang. Bahkan dalam dua laga kandang terakhir mereka selalu kalah.
Mereka pun tak lagi didampingi pelatih Mundari Karya yang pangkatnya diturunkan ke tim junior. Saat ini barito ditangani oleh Yunan Helmi. Pergantian pelatih ini yang bakal dimanfaatkan oleh Persipura karena para pemain Barito bakal butuh waktu untuk adaptasi dengan gaya arsitek yang baru.
Meski begitu, Mutiara Hitam tak boleh terlalu menganggap enteng Barito. Catatan tak pernah menang dalam 6 laga terakhir bukan berarti mereka mudah dikalahkan. Mereka tentu termotivasi untuk segera keluar dari periode negatif.
Perlu diingat juga, Barito memiliki bomber Luis Carlos Junior yang menjadi momok pada pertemuan pertama. Penyerang asal Brasil itu mampu mengemas hat-trick di Stadion Mandala. Oleh karena itu, Luis Carlos harus dijaga ketat agar tak menjadi ancaman kembali.
Advertisement