Top 3 Berita Hari Ini: Perhitungan Aman Ganti Velg

Mengganti velg menjadi cara paling mudah dalam mendongkrak tampilan tunggangan.

oleh Septian Pamungkas diperbarui 08 Okt 2016, 09:30 WIB
Kurun enam bulan terkhir, penjualan berbagai velg mobil variasi di Palu, Sulawesi Tengah, terus mengalami peningkatan tajam.

Liputan6.com, Jakarta - Mengganti velg menjadi cara paling mudah dalam mendongkrak tampilan tunggangan. Tapi jangan asal ganti, ada perhitungannya. Artikel yang mengulas seputar perhitungan ganti velg yang aman menjadi sorotan pembaca Liputan6.com.

Selain itu, kabar dari Italia mengenai Ferrari yang menghentikan produksi mobil bertransmisi manual juga menuai perhatian. Aksi nekad seorang pria yang touring dari Korea Selatan menuju Jerman dengan menunggangi motor bebek juga tidak kalah menyedot rasa penasaran pembaca.

Berikut ulasan artikel yang terangkum dalam Top 3 otomotif:

1. Begini Alasan Perhitungan Aman Ganti Velg Roda Ala Pabrikan

Cara yang lumrah dipakai pemilik saat mempercantik mobil yaitu dengan mengganti velg bawaan dengan produk aftermarket. Biasanya, ukuran velg juga ikut diperbesar demi gaya racing look.

Pabrikan mobil sebenarnya memperbolehkan pemilik untuk mengganti velg standarnya asalkan masih sesuai batas toleransi. Biasanya, kenaikan ukuran velg dibatasi hanya 2 inci dari ukuran standar.

Simak selengkapnya di sini

2. Ferrari Hentikan Produksi Mobil Manual

Sejumlah pabrikan seperti Porsche dan Ford masih mempertahankan transmisi manual pada model performa mereka. Kendati demikian, hal itu tak berlaku bagi Ferrari, yang akan menghapus tuas transmisi konvensional pada mobil keluaran terbaru.

Keputusan ini diungkapkan Kepala Divisi Teknologi Ferrari, Michael Hugo Leiters di sela-sela gelaran Paris Motor Show 2016. Menurut dia, ketimbang mempertahankan transmisi manual, pabrikan berlambang kuda jingrak lebih tertarik dengan penggunaan transmisi kopling ganda karena alasan performa.

Simak selengkapnya di sini

3. Bermodal Honda SuperCub, Pria Ini Lakoni Touring Korsel-Jerman

Motor bebek pada umumnya dipakai untuk aktivitas komuter sehari-hari. Sangat jarang motor yang satu ini digunakan berkendara jarak jauh, misalnya aktivitas touring.

Namun, kemampuan motor bebek yang terbatas bukan jadi halangan bagi Lee. Pria ini mengendarai Honda SuperCub dari Seoul, Korea Selatan, dan berakhir di Sirkuit Nurburgring, Jerman.

Simak selengkapnya di sini.

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya