Mutasi Gen Berisiko Kelahiran Prematur

Mutasi gen yang dilakukan pada tikus betina ternyata berakibat pada kelahiran prematur dan bahkan hingga kematian janin.

oleh Liputan6Diterbitkan 02 Februari 2010, 23:04 WIB
Liputan6.com, Cincinnati: Sebuah penelitian melaporkan bahwa mutasi gen yang dilakukan pada tikus hamil menyebabkan perubahan di dalam rahim yang mengakibatkan kelahiran prematur, dan dalam beberapa kasus menyebabkan kematian janin. Temuan ini dapat membawa kepada cara baru untuk mencegah dan mengobati kelahiran prematur, ujar K. Sudhansu Dey, Direktur Ilmu-ilmu Reproduksi di Cincinnati Children's Hospital, seperti dilansir HealthDay, baru-baru ini.

Kelahiran prematur telah dikaitkan dengan hampir sepertiga dari total kematian bayi, dan menelan biaya sekitar $ 26 miliar atau Rp 260 trilyun per tahun. Para peneliti mempelajari sel-sel jalur yang membantu berkomunikasi, dengan fokus pada satu sel yang dikenal sebagai "malaikat pelindung gen" karena membantu mencegah gen untuk bermutasi.

Mereka mempelajari gen di tikus betina dan menemukan bahwa mutasi dapat menyebabkan kelahiran prematur dan kematian janin. Penemuan dapat membantu dalam pengembangan strategi-strategi baru untuk mencegah kelahiran dini atau memperlakukan masalah-masalah yang dialami oleh bayi prematur, kata Dey.

Riset masa depan, harus memeriksa gen dan peranan lebih dekat, ujarnya. "Lahir prematur  menimbulkan masalah yang besar jangka panjang kewajiban sosial dan ekonomi, dan ada kebutuhan mendesak untuk penelitian dengan pendekatan baru untuk memerangi masalah kesehatan publik ini," kata Dey.(AYB)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya