Sejumlah kerangka manusia ditemukan tak beraturan selama penggalian kuburan massal korban Perang Saudara Spanyol di El Carmen, Valladolid (9/5). Penggalian yang dilakukan tim ARMH-Valladolid ini menemukan sekitar 200 mayat manusia. (REUTERS/Juan Medina)
Arkeolog menunjukkan tengkorak saat penggalian kuburan massal korban Perang Saudara Spanyol di El Carmen, Valladolid, (9/5). Penggalian ini dimulai sejak 2014 dan diharapkan selesai tahun ini. (REUTERS/Juan Medina)
Anggota ARMH-Valladolid menyaring tulang-belulang saat penggalian kuburan di El Carmen, Valladolid, (23/8). Kerangka manusia ini diyakini dibunuh oleh pasukan diktator akhir Spanyol Fracisco Franco selama Perang Saudara 1936-1939. (REUTERS/Juan Medina)
Arkeolog membersihkan salah satu kerangka manusi saat penggalian kuburan massal korban Perang Saudara Spanyol di El Carmen, Valladolid, (9/5). Menurut catatan sejarah Spanyol, lebih dari 100 ribu orang hilang dalam Perang Saudara. (REUTERS/Juan Medina)
Tim ARMH-Valladolid saat melakukan penggalian kuburan massal korban Perang Saudara Spanyol di El Carmen, Valladolid, (9/5).Tim arkeolog menggali tiga kuburan massal yang berada dalam satu lokasi. EUTERS/Juan Medina)
Kerangka yang ditemukan masih mengenakan sepatu, saat penggalian kuburan massal korban Perang Saudara Spanyol di El Carmen, Valladolid, (22/8). Penggalian ini dimulai sejak 2014 dan diharapkan selesai tahun ini. (REUTERS/Juan Medina)
Ratusan kerangka manusia dikumpulkan usai penggalian kuburan massal korban Perang Saudara Spanyol di El Carmen, Valladolid, (13/9). Penggalian yang dilakukan tim ARMH-Valladolid ini menemukan sekitar 200 mayat manusia. (REUTERS/Juan Medina)