Liputan6.com, Jember: Mawardi, masinis Kereta Api Rengganis I yang anjlok di Ledok Ombo Jember, Jawa Timur, Selasa kemarin, teryata pernah mengalami musibah serupa setahun silam [baca: Dua Kecelakaan Kereta Api Terjadi di Jawa Timur]. Tercatat, sebelum peristiwa di Hari Natal, Mawardi pernah mengalami musibah yang sama hingga dua kali. Hal itu diungkapkan Mawardi ketika diwawancara SCTV, baru-baru ini.
Mawardi menuturkan, peristiwa pertama terjadi pada awal 2000. Saat itu, KA Rengganis yang dikemudikannya anjlok dan terguling di Desa Bangsal Sari, Kecamatan Bangsal Sari, Jember. Selang setahun Mawardi kembali mengalami musibah serupa. Kali ini, dua gerbong KA Rengganis anjlok di Desa Kaliwates, Jember Kota.
Sementara itu, berkaitan dengan musibah di Ledok Ombo, Kepolisian Resor Jember tengah memeriksa lima saksi. Kelima saksi tersebut, terdiri dari dua penumpang, seorang penjaga lintasan KA Ledok Ombo, pemimpin perjalanan KA Banyuwangi, dan Kepala Stasiun Ledok Ombo.
Sejauh ini, dari pemantauan SCTV, bangkai gerbong kereta yang terguling dan terseret sejauh dua kilometer sudah diangkat oleh KA Kumbokarno. Menurut rencana, bangkai gerbong kereta tersebut dibawa ke Balai Yasa KA di Surabaya.(SID/Christanto Rahardjo)
Mawardi menuturkan, peristiwa pertama terjadi pada awal 2000. Saat itu, KA Rengganis yang dikemudikannya anjlok dan terguling di Desa Bangsal Sari, Kecamatan Bangsal Sari, Jember. Selang setahun Mawardi kembali mengalami musibah serupa. Kali ini, dua gerbong KA Rengganis anjlok di Desa Kaliwates, Jember Kota.
Sementara itu, berkaitan dengan musibah di Ledok Ombo, Kepolisian Resor Jember tengah memeriksa lima saksi. Kelima saksi tersebut, terdiri dari dua penumpang, seorang penjaga lintasan KA Ledok Ombo, pemimpin perjalanan KA Banyuwangi, dan Kepala Stasiun Ledok Ombo.
Sejauh ini, dari pemantauan SCTV, bangkai gerbong kereta yang terguling dan terseret sejauh dua kilometer sudah diangkat oleh KA Kumbokarno. Menurut rencana, bangkai gerbong kereta tersebut dibawa ke Balai Yasa KA di Surabaya.(SID/Christanto Rahardjo)