PON Jabar: Dominan, Eko Yuli Sumbang Emas untuk Jatim

Pada snatch, angkatan terbaik Eko Yuli mencapai 137kg

oleh Windi Wicaksono diperbarui 20 Sep 2016, 16:50 WIB
Eko Yuli Irawan

Liputan6.com, Bandung - Lifter Jawa Timur, Eko Yuli Irawan, memastikan medali emas di kelas 62kg putra pada PON 2016 Jawa Barat di Gymnasium Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (20/9/2016). Total angkatan Eko Yuli kali ini mencapai 307kg.

Pada snatch, angkatan terbaik Eko Yuli mencapai 137kg, sedangkan pada clean and jerk, dia mampu mengangkat beban 170kg. Untuk angkatan clean and jerk, lifter berusia 27 tahun ini mampu memecahkan rekor PON.

Pada angkatan snatch pertama, Eko Yuli mampu mengangkat beban 131kg. Lalu, pada angkatan snatch kedua, ia sukses dengan beban 137kg. Pada angkatan snatch ketiga dengan beban 142kg, ia gagal. Padahal, ketika Olimpiade Rio 2016, angkatan snatch terbaiknya menyentuh 142kg.

Sementara pada angkatan clean and jerk pertama, Eko Yuli memulainya dengan beban 153kg. Kemudian, angkatan clean and jerk kedua, dia juga sukses mengangkat 160kg. Rekor PON akhirnya tercipta saat dia mengangkat beban 170kg pada kesempatan clean and jerk ketiga. Di Olimpiade Rio, angkatan terbaik Eko Yuli juga mencapai 170kg.

Pada angkat besi kelas 62 kg putra, medali perak direbut lifter Jawa Barat, Muhammad Hasbi dengan total angkatan 280kg. Hasbi, yang juga tampil di Olimpiade Rio ini, angkatan terbaiknya pada snatch mencapai 120kg, sedangkan pada clean and jerk menyentuh 160kg.

Untuk medali perunggu dimenangkan lifter Sumatera Selatan, Ardiansyah, dengan total angkatan 262kg. Ardiansyah mampu mengangkat beban hingga 110kg pada snatch, dan untuk clean and jerk angkatannya mencapai 152kg.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya