6 Alasan Chelsea Akan Gagal Juara Musim Ini

Chelsea menjalani awal musim ini dengan cukup bagus.

oleh Adyaksa VidiDiterbitkan 20 September 2016, 12:10 WIB
Gol Diego Costa belum bisa selamatkan Chelsea (AP Photo/Frank Augstein)

Liputan6.com, London - Chelsea menjalani awal musim ini dengan cukup bagus. Dari lima laga, mereka sukses memenangkan tiga di antaranya dan meraih sekali imbang dan sekali kekalahan.

Performa itu membuat The Blues berada di posisi kelima klasemen sementara. Mereka mengoleksi 10 poin atau berselisih lima poin dengan pemuncak klasemen, Manchester City.Satu hal yang menjadi keuntungan Chelsea adalah tidak bermain di kompetisi Eropa. Sehingga kondisi para pemain kemungkinan lebih baik ketimbang pesaing juara lainnya.

Namun ada beberapa hal yang bisa menjadi alasan Chelsea gagal juara musim ini. Berikut ulasannya seperti dilansir The Sun.


1. Strategi Bertahan Antonio Conte Gagal

Antonio Conte (MARCELLO PATERNOSTRO / AFP)

Conte dikenal sebagai pelatih yang mengutamakan lini pertahanan. Ia selalu menurunkan formasi 3-5-2 ketika menangani Juve dan timnas Italia.

Sayangnya, metode ini tampaknya gagal di Chelsea. Dari enam laga yang telah dijalani, mereka telah kebobolan delapan gol.

Para pemain Chelsea juga tidak terbiasa dengan strategi serangan balik. Jadi jika Conte tetap menerapkan strategi ini, bukan tak mungkin Chelsea terpuruk di akhir musim.


2. David Luiz Bukan Pilihan Utama

David Luiz, bersama PSG dirinya sudah tampil sebanyak 70 kali selama dua musim. Tahun lalu saat berjumpa Chelsea di babak 16 besar Liga Champions dirinya berhasil mencetak gol ke gawang mantan klubnya itu. (AFP/Miguel Medina)

Perekrutan David Luiz bisa dibilang sebagai pembelian panik. Pasalnya, Chelsea baru membelinya beberapa jam sebelum bursa transfer musim panas ditutup.

Ternyata belakangan terungkap kalau bek incaran utama Conte bukanlah Luiz, melainkan Presnel Kimpembe. Karakter bek PSG berusia 18 tahun itu lebih sesuai dengan filosofi yang diinginkan Conte.

Sementara Luiz sendiri bermain di bawah standar ketika melawan Liverpool pekan lalu. Bahkan, bek asal Brasil itu terlihat lebih nyaman ketika dipasang sebagai gelandang.


3. Diego Costa Temperamental

Penyerang Chelsea, Diego Costa melakukan selebrasi usai mencetak gol kegawang Liverpool pada lanjutan liga Inggris di Stadion Stamford Bridge, London, (17/9). Liverpool menang atas Chelsea dengan skor 2-1. (Reuters/Dylan Martinez)

Diego Costa boleh saja sudah mencetak lima gol dari lima laga musim ini. Namun bukan berarti ia bisa diandalkan hingga akhir musim nanti.

Ya, striker timnas Spanyol itu juga sudah menerima tiga kartu kuning sejauh ini. Artinya jika dia menerima dua kartu kuning lagi, maka Chelsea bakal kehilangan ketajamannya.

Apalagi belum ada tanda-tanda Costa bisa mengendalikan emosinya. Sehingga jika dia absen dalam sejumlah laga penting, maka Chelsea juga bisa kehilangan poin.


4. Cedera John Terry Kambuhan

John Terry (Reuters / Eddie Keogh)

Jika Conte ingin bek yang disiplin dan tangguh, maka ia bisa mempercayakan pada John Terry. Sayangnya, bek berusia 35 tahun itu rentan cedera.

Ya, meski musim ini baru berjalan lima laga, Terry sudah absen 10 hari karena cedera pada kakinya. Conte pun akhirnya harus menurunkan David Luiz di jantung pertahanan.

Jika Terry tidak bisa mempertahankan kebugarannya, maka Chelsea harus waspada. Maklum kehadiran Terry bukan hanya memperkuat pertahanan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri pemain lain.

Lanjut Baca:

Kehadiran Pep Guardiola di Manchester City benar-benar ancaman bagi semua klub pesaing. Manajer asal Spanyol itu membuktikan kolektivitas tim lebih penting ketimbang mengandalkan satu orang pemain bintang.Hal itu terbukti ketika City menjalani derby Manchester dua pekan lalu. The Citizens tetap menang walau tanpa kehadiran bomber andalan, Sergio Aguero.Secara kualitas pemain, City juga lebih unggul sedikit ketimbang Chelsea. Mereka mendatangkan sejumlah pemain bintang dengan harga mahal musim panas lalu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya