Pancangkan Tiang, Demi Tolak Bencana

Warga Maluku Tengah, yang mayoritas beragama Islam, melakukan ritual pemancangan Tiang Alif di Masjid. Tujuan ritual tersebut untuk menolak bala dan mendatangkan rezeki bagi warga sekitar.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Januari 2010, 17:42 WIB
Liputan6.com, Maluku: Seperti penganut Islam lain di Indonesia yang sangat terikat dengan budaya setempat, masyarakat Maluku Tengah pun demikian. merela memiliki suatu ritual yang disebut Pemancangan Tiang Alif Masjid.

Dengan membaca shalawat Nabi dan diiringi tarian Hadrat yang dilakukan ratusan warga, Sabtu (23/12), ritual Pemancangan Tiang Alif Masjid berlangsung dalam suasana sakral di di Masjid AL-Ittihaq, Dusun Yainuello, Desa Tepa, Maluku Tengah. Sebelumnya, tiang itu dibawa berkeliling kampung dengan tujuan menolak bala dan mendatangkan rezeki melimpah.

Ritual membawa tiang Alif ini dilakukan oleh para pemuda dan orang tua, yang dimaksudkan supaya tiang alif ini dapat dilihat semua warga, yang dipercaya dapat membawa kemakmuran bagi warga desa sekitar. Setelah dibawa keliling kampung, Tiang Alif tersebut kemudian disemayamkan di mesjid untuk didoakan para pemuka agama dan penghulu masjid.

Setelah didoakan, Tiang Alif  diboyong bersama-sama ke atas masjid untuk ditancapkan. Suasana haru dan cemas terlihat saat proses pemancangan Tiang Alif  di puncak Masjid. Warga khawatir, seandainya Tiang Alif tersebut jatuh, maka dipercaya akan datang malapetaka bagi warga desa sekitar.

Ali Marasabessy, salah seorang pemuka agama mengatakan, "Masyarakat di sini percaya Tiang Alif ini dapat memberikan keselamatan bagi kita, tapi juga bencana," kata Ali kepada Liputan 6 SCTV, Sabtu (23/1). Namun, Ali juga menjelaskan upacara ini harus diikuti ketekunan warga dalam beribadah. Jika tidak, yang terjadi adalah bencana.(ARL/YUS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya