Liputan6.com, Jakarta Bhayangkara Surabaya United menjamu Barito Putera pada pekan ke-19 Torabika Soccer Championship 2016 presented by IM3 Ooredoo, di Stadion Gelora Delta, Sabtu (10/9/2016). Tuan rumah wajib mewaspadai ambisi balas dendam Laskar Antasari.
Pada pertemuan pertama kedua kub, Barito Putera harus menahan malu setelah dikalahkan 1-2 dari Surabaya United di depan publik sendiri. Gol kemenangan Surabaya United dicetak Otavio Dutra dan Rudi Widodo. Sedangkan gol balasan Barito Putera dicetak oleh Ibrahim Conteh.
Advertisement
Kekalahan ini masih membekas di benak anak-anak Barito Putera. Laskar Antasari kini berambisi melakukan balas dendam dengan mengalahkan Surabaya United. Apalagi, Barito Putera menambah amunisi menghadapi putaran kedua, mereka adalah: Thierry Gathuessi, Lim Jun-sik dan Ambrizal. Pada laga kontra Mitra Kukar, Barito Putera menyerah dengan skor 0-1.
Jelang pertandingan, pelatih Barito Putera, Mundari Karya meminta tim tampil lepas tanpa beban. Dia menilai, tiga pemain baru Baru Barito telah menyatu.
Namun demikian, Mundari meminta Carlos Junior dan kawan-kawan tetap mewaspadai Surabaya United. Mantan pelatih PSPS Pekanbaru ini menilai, skuat 'Tim Buaya' sudah mulai menyatu."Di sana juga terdapat Evan Dimas. Permainan dia sedang menanjak," kata Mundari
Surabaya United Susun Kekuatan
Sedangkan, pelatih Surabaya United, Ibnu Grahan masih pikir-pikir menurunkan tiga rekrutan anyar, Lee Yoo-joon, Antoni Putro Nugroho dan Arpani. Ibnu ingin melihat posisi mereka lebih dahulu. Pun demikian dengan Evan Dimas.
Ya, mantan kapten Timnas U-19 Indonesia ini masih melihat dulu kebugaran Evan setelah tampil memperkuat Indonesia melawan Malaysia di partai uji coba, Selasa, (6/9/2016). Pada pertandingan itu, Evan bermain penuh selama 90 menit.
Menjamu Barito, Surabaya United diuntungkan dengan penundaan agenda pertandingan kontra PS TNI. Surabaya United terakhir melawan Perseru Serui pada (29/8/2016). "Ini belum memberikan keuntungan, saya berharap sentuhan pemain tidak hilang."
Pentas Duo Brasil
Laga ini juga akan menjadi panggung duel Samba antara Otavio Dutra melawan Luis Carlos Junior. Dutra menjadi salah satu contoh bek tengah komplit. Postur tinggi tubuhnya yang menjulang selalu dia manfaatkan untuk memenangi duel di udara dan memotong pergerakan lawan melalui tekel bersih.
Statistik Labbola, membuktikan persentase keberhasilan Dutra melakukan tekel mencapai 74 persen. Angka tersebut sekaligus membuktikan, tekel Dutra mampu menghentikan para lawan.